1.560 Talenta Adu Inovasi AI, Pemerintah Dorong Ciptakan Solusi Masuk Industri
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi artificial intelligence (AI), tetapi juga bertransformasi menjadi produsen inovasi dan hub pengembangan AI di Asia Tenggara. Dorongan tersebut mengemuka dalam ajang AI Open Innovation Challenge 2026 yang mempertemukan talenta muda, akademisi, pemerintah, dan dunia industri untuk menghasilkan solusi berbasis AI.
Kompetisi yang mengusung tema “Preparing Future AI Talent for Industry” tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, PT Jababeka Tbk, President University, dan Fabrication Laboratory President University.
Baca Juga
Google Cloud Nilai Open Network Jadi Kunci Dorong Ekonomi Digital Inklusif Indonesia
Kompetisi ini diikuti 1.560 peserta sejak pendaftaran dibuka pada 15 April 2026. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 20 tim terpilih sebagai finalis, terdiri atas 11 tim kategori SMA/SMK dan sembilan tim kategori mahasiswa dan umum.
Analis kebijakan ahli madya Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Suparjo, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pengembangan ekosistem AI di Indonesia.
Menurut dia, kompetisi tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga melatih mereka menghubungkan teknologi dengan kebutuhan nyata di lapangan melalui keterlibatan langsung dengan case provider.
“Karena besarnya pertumbuhan ekonomi digital nasional saat ini yang membuat Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia harus bertransformasi menjadi produser inovasi atau pencipta solusi dan hub pengembangan AI,” ucapnya, Selasa (29/9/2026).
Para peserta tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan, tetapi juga mengikuti rangkaian proses mulai dari seleksi, mentoring dan private coaching secara daring, kunjungan ke perusahaan atau instansi case provider, hingga memahami permasalahan di lapangan dan mendemonstrasikan prototipe solusi berbasis AI di hadapan dewan juri.
Kepala Bidang Perekonomian Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Feirully Irzal, mengatakan kompetisi tersebut telah mempertemukan talenta, akademisi, pemerintah, dan dunia industri dalam satu ekosistem kolaborasi.
"Kami berharap jangan berhenti di prototipe dan di ajang ini Karena solusi terbaik adalah solusi yang benar-benar dipakai dan dirasakan manfaatnya oleh warga Jakarta," imbuh Feirully.
Dari sisi industri, VP Business Development PT Jababeka Tbk, Ardiyansyah Djafar, mengatakan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pengembangan ekonomi, khususnya ekonomi digital.
“Kami mengucapkan terima kasih pada seluruh pimpinan berbagai pihak atas keikutsertaan dalam kompetisi ini, termasuk juga kepada Kemenko Perekonomian, Pemprov DKI Jakarta, President University, Fablab PU, mitra Industri, dan para dewan juri. Alhamdulillah, acara berjalan lancar,” kata Ardiyansyah.
Dia berharap inovasi berbasis AI yang lahir dari kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai proyek perlombaan, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk menghasilkan solusi yang lebih matang dan aplikatif bagi kebutuhan industri maupun masyarakat.
Juara Inovasi AI
Ketua Panitia AI Open Innovation Challenge 2026, Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul juga mengapresiasi para finalis yang telah menghadirkan berbagai solusi inovatif.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang dan seluruh finalis yang sudah bekerja keras menunjukkan kemampuan serta inovasinya. Semoga inovasi yang lahir dari kegiatan ini bisa memberi dampak positif bagi dunia pendidikan, industri dan tata kelola kota Jakarta," katanya.
Sementara itu, Director of Batavia Campus, President University, Cahyo Rahadian Muzhar, mengatakan keterlibatan President University merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan inovasi, teknologi, dan talenta digital Indonesia yang selaras dengan kebutuhan transformasi industri.
Baca Juga
Nvidia dan Microsoft Kini Punya Saingan Usai OpenAI Sewa Chip AI dari Google
AI Open Innovation Challenge 2026 berlangsung pada 23-25 September 2026, dengan final pada 24 September 2026 sebagai puncak rangkaian kegiatan. Untuk sektor industri, gelar juara umum diraih tim Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah, yang beranggotakan Raihan Putra Kirana, Hilfani Rayyanne Subagio, Muhammad Abyan Putra Wibowo, Husni Abdillah Ray, dan Steven Lie Wibowo.
Pada kategori SMA, Juara 1 diraih Tim Pasti Menang, Juara 2 CargoArch AI, dan Juara 3 Quasarian Radr-Lyon Dynasty. Pada kategori umum, Juara 1 diraih Manusia Tak Pakai AI akan Kalah, Juara 2 Rojali, dan Juara 3 Ada Pokemon Blonde. Untuk sektor Traffic Management, Juara 1 diraih Lumitech, Juara 2 Vista, dan Juara 3 Problem Solver. Sementara pada sektor Waste Management, Juara 1 diraih AI Engineer 94 Jakarta, Juara 2 Sekawan Engineer, dan Juara 3 JWIS.
Selain kategori utama, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan khusus, yakni AI Ethics Award kepada Alchemy, Human-AI Collaboration Award kepada Aselole, Process Optimization Award kepada Last Minute, System Integration Award kepada Nangulub, Decision Support Award kepada SmartLine Automation, Industry Potential Award kepada Axion Labs, Growth Potential Award kepada Golden Syphon, serta Prototype Demo Award kepada Idioteque.
