Harga Emas Stabil di US$ 4.280, Pasar Cermati Sinyal The Fed
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas stabil di sekitar US$ 4.280 per troy ounce pada Jumat (26/9/2026) waktu AS setelah mengalami penurunan selama dua hari perdagangan, karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) tetap tinggi dan kekhawatiran inflasi meningkat. Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed). Harge emas sebelumnya sempat menyentuh level terendah US$ 4.254 sebelum bergerak stabil.
Harga minyak menjadi salah satu faktor yang memberikan ruang bagi emas untuk pulih. Penurunan harga minyak mentah mengurangi tekanan inflasi, sementara perkembangan pembicaraan AS-Iran turut mendorong pergerakan komoditas energi.
Baca Juga
Harga Emas Turun ke US$4.275, Pasar Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed
CBS melaporkan pembicaraan AS-Iran telah memasuki fase teknis yang lebih rinci. Sejumlah sumber di Teheran menggambarkan suasana negosiasi sebagai positif. Namun, seorang pejabat senior Iran mengatakan Selat Hormuz masih akan tetap tertutup. Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa sejumlah persyaratan untuk memulai pembicaraan nuklir antara kedua negara belum terpenuhi.
Di pasar energi, harga West Texas Intermediate atau WTI turun lebih dari 3% menjadi US$ 91,00 per barel. Penurunan harga minyak tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu membatasi tekanan terhadap harga emas. Sementara itu, Indeks Dolar AS atau DXY, yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama, turun 0,22% menjadi 101,02.
Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun turun hampir 2 basis poin menjadi 5,192% pada Jumat. Namun, level imbal hasil yang masih tinggi membuat emas menghadapi tekanan karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga.
Data ekonomi terbaru memberikan sinyal bahwa aktivitas bisnis AS masih relatif kuat. Pesanan barang tahan lama inti meningkat di atas perkiraan pada Agustus, sementara data Juli direvisi naik. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pasar dalam menilai ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Baca Juga
Kekhawatiran Inflasi Kembali Meningkat
Dari sisi konsumen, Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan pada September turun menjadi 48,1 dari 51,7 pada Agustus. Level tersebut menjadi yang terendah dalam empat bulan.
Ekspektasi inflasi masyarakat Amerika Serikat untuk satu tahun ke depan naik menjadi 4,6% dari 4%. Untuk periode lima hingga 10 tahun, ekspektasi inflasi meningkat menjadi 3,4% dari 3,3%.
Sepanjang pekan ini, pernyataan pejabat The Fed telah memberikan tekanan terhadap harga emas sekaligus meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober. Berdasarkan data Prime Terminal, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober mencapai 64%. Untuk pertemuan Desember, peluang tersebut berada di sekitar 93%.
