Pasar Asia ‘Mixed’, Investor Cermati Sinyal The Fed dan Ketegangan Geopolitik
TOKYO, investortrust.id – Pasar saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada Kamis (19/6), di tengah kombinasi sinyal dari Federal Reserve (The Fed) dan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang kian kompleks.
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi 0,27% dan Topix turun 0,12%, menghapus sebagian penguatan minggu ini. Di Korea Selatan, Kospi naik 0,76% dan Kosdaq menguat 0,37%, didukung oleh sentimen teknologi dan ekspektasi kebijakan akomodatif.
S&P/ASX 200 Australia bergerak stagnan, menunggu data tenaga kerja lokal dan arah bank sentral regional. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng mengindikasikan pembukaan melemah di tengah tekanan eksternal dan ketidakpastian makro.
Baca Juga
Trump Beri Iran ‘Ultimatum Terakhir’, AS Siapkan Evakuasi Warga dari Israel
Dari Washington, Presiden Trump kembali memimpin rapat darurat keamanan nasional, meninjau opsi militer terhadap Iran. Perkembangan ini memperburuk prospek risiko geopolitik yang sebelumnya sudah meningkat akibat aksi saling serang antara Israel dan Iran sejak pekan lalu.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan sesuai ekspektasi pasar, namun sinyal dua pemangkasan menjelang akhir tahun menahan tekanan jangka pendek. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan pihaknya akan menunggu dampak tarif terhadap inflasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut — menandai pendekatan hati-hati di tengah ketidakpastian fiskal dan global.
Baca Juga
The Fed Pertahankan Bunga Acuan, Proyeksikan Dua Pemangkasan Tahun Ini
Wall Street menutup sesi dengan kinerja beragam. Dow turun 0,10%, S&P 500 melemah 0,03%, dan Nasdaq naik 0,13%. Volatilitas masih membayangi pasar menjelang musim laba kuartalan dan ketegangan global yang belum mereda.

