Atasi Lonjakan Listrik Pusat Data dan AI, Wärtsilä Tawarkan Pembangkit Fleksibel
JAKARTA, investortrust.id – Pertumbuhan pusat data (data center), kecerdasan buatan (AI), dan layanan digital di Asia Tenggara memicu lonjakan permintaan listrik yang masif. Hal ini mendorong dibutuhkannya solusi sistem tenaga, teknologi penyeimbang jaringan, dan layanan siklus hidup untuk mendukung transisi energi sekaligus kebutuhan daya sektor digital di Indonesia.
Hal ini mendorong PT Wärtsilä Indonesia menawarkan sistem kelistrikan modern membutuhkan fleksibilitas tinggi agar integrasi energi terbarukan dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan stabilitas jaringan. Sistem tersebut menggabungkan pembangkit energi terbarukan, penyimpanan energi, dan pembangkit mesin fleksibel sebagai penyeimbang sistem.
"Keputusan yang diambil hari ini akan menentukan aspek ekonomi dan ketahanan sistem tenaga listrik Indonesia di masa depan. Dengan memprioritaskan teknologi yang fleksibel, Indonesia dapat memperkuat keandalan jaringan, mempercepat integrasi energi terbarukan, dan mendukung perjalanan menuju target net-zero," ujar Vice President, Middle East and Asia, Wärtsilä Energy Frederic Carron.
Baca Juga
Wärtsilä Berhasil Uji Mesin Hidrogen 100% Pertama di Dunia, Pasok Listrik ke Jaringan Spanyol
Portofolio mesin Wärtsilä dirancang untuk dapat menggunakan bahan bakar berkelanjutan ketika tersedia secara komersial dalam skala besar, sehingga menyediakan jalur menuju emisi yang lebih rendah.
Untuk sistem kelistrikan off-grid, keandalan, keterjangkauan, dan keberlanjutan dapat dicapai secara bersamaan melalui manajemen energi terpadu. "Solusinya bukan sekadar menambahkan tenaga surya dan baterai pada pembangkit berbasis mesin. Untuk mencapai ketiganya, dibutuhkan sistem manajemen energi yang canggih, seperti yang kami miliki, yang mampu mengintegrasikan seluruh aset pembangkitan dan mengoptimalkan sistem kelistrikan sebagai satu kesatuan," ungkap Christoffer Ek, Director, Decarbonisation Services.
Fasilitas pusat data membutuhkan daya besar yang terkonsentrasi, sementara keterbatasan jaringan dan lamanya koneksi sering kali menjadi hambatan utama. Pembangkitan listrik di lokasi (onsite generation) berbasis mesin gas modular yang fleksibel menjadi solusi strategis agar proyek tetap berjalan dan kapasitas daya dapat ditambahkan secara bertahap.
Baca Juga
Teknologi Wärtsilä Dorong Fleksibilitas Sistem Listrik untuk Transisi Energi Indonesia
Saat koneksi jaringan listrik utama sudah tersedia, aset mesin ini tidak akan menganggur, melainkan dialihkan fungsinya sebagai kapasitas penyeimbang atau pembangkit beban puncak (peaking plant). "Bagi pusat data, kecepatan memperoleh pasokan listrik kini hampir sama pentingnya dengan akses terhadap listrik itu sendiri," jelas Patrik Farkas, General Manager, Market Development, Middle East and Asia, Wärtsilä Energy.
Dia mengatakan, pembangkitan listrik onsite yang dapat diskalakan memungkinkan proyek berjalan meskipun kapasitas jaringan terbatas, sambil tetap mempertahankan opsi untuk mengalihkan fungsi aset tersebut ketika sistem tenaga di sekitarnya berkembang. Wärtsilä memiliki rekam jejak global dengan penjualan proyek terkait pusat data melebihi 2,4 GW di Amerika Serikat dan Eropa. Perusahaan mengidentifikasi Indonesia, Malaysia, Jepang, dan Australia sebagai pasar potensial jangka menengah hingga panjang.
Selain penyediaan teknologi, Wärtsilä menghadirkan layanan siklus hidup (lifecycle services) untuk mengoptimalkan aset dan mempermudah langkah dekarbonisasi. Layanan ini mencakup perjanjian layanan jangka panjang pembangkit listrik, peningkatan siklus hidup aset, layanan dekarbonisasi, dan penyediaan suku cadang dan layanan lapangan. "Akses terhadap pasokan listrik yang andal dapat membuka investasi digital, sementara aset energi yang adaptif dapat terus memberikan nilai saat jaringan berkembang dan bauran pembangkitan berubah," ungkap Energy Solutions Director PT Wärtsilä Indonesia Febron Siregar.
