Mobil NEV Makin Disukai, BYD Kuasai 37% Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Konsumen makin menyukai kendaraan energi baru (NEV) sehingga pasar terus tumbuh sepanjang 2026. Hingga Agustus, penjualan NEV telah menembus lebih dari 110.000 unit dengan pertumbuhan 22% pada Agustus dibandingkan bulan sebelumnya.
Di tengah pertumbuhan tersebut, BYD Indonesia mencatat wholesales lebih dari 40.600 unit hingga Agustus 2026. Capaian itu menempatkan BYD dengan pangsa pasar sekitar 37% di pasar NEV nasional.
Pertumbuhan pasar terutama ditopang segmen Battery Electric Vehicle (BEV). Pada semester I-2026, penjualan BEV nasional menembus lebih dari 84.000 unit atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama 2025.
“Ketika sebuah kendaraan energi baru telah menjadi model dengan penjualan tertinggi secara nasional, hal tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi menjadi solusi alternatif, tetapi mulai menjadi bagian dari arus utama mobilitas masyarakat Indonesia,” ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga
BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 298 Juta
Penjualan BYD ATTO 1 Naik
BYD ATTO 1 menjadi salah satu kontributor utama dengan wholesales 5.560 unit pada Agustus 2026. Penjualan tersebut naik 31% dari bulan sebelumnya sekaligus menempatkan ATTO 1 sebagai model kendaraan dengan penjualan tertinggi secara nasional pada Agustus, dengan pangsa 44% di segmen Low & LCGC Hatchback.
Selain BEV, segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) juga mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan PHEV nasional mencapai sekitar 7.000 unit pada semester I-2026, melonjak lebih dari tiga kali lipat dari sekitar 2.000 unit pada periode yang sama tahun lalu.
BYD M6 DM menjadi kontributor utama dengan pangsa 47% pada semester I-2026 dan penjualan kumulatif lebih dari 4.400 unit sejak Mei hingga Agustus. Pada Agustus, penjualannya kembali tumbuh 34% secara bulanan, sementara M6 DM mencatat penjualan tertinggi di segmen DM selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa 69%.
“Bagi konsumen khususnya keluarga, pertimbangannya pun semakin berkembang, tidak hanya pada pilihan teknologi penggerak, tetapi juga efisiensi penggunaan, kenyamanan, fitur keselamatan, serta biaya operasional. Hal ini membuka ruang bagi kendaraan energi baru seperti pada BYD M6 DM untuk menjadi solusi yang relevan untuk kebutuhan masyarakat dari rutinitas perkotaan hingga perjalanan jarak jauh bersama keluarga,” lanjut Luther.
Pertumbuhan pasar tersebut juga diikuti penguatan produksi lokal BYD di Indonesia. Saat ini BYD ATTO 1, M6 EV, dan M6 DM telah diproduksi di fasilitas BYD di Subang, Jawa Barat, untuk memperkuat kapasitas manufaktur sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem elektrifikasi nasional.
