Direkur Pertamina Emma Ungkap 6 Kemampuan yang Perlu Dimiliki Mahasiswa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Strategi Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Emma Sri Martini mendorong mahasiswa Universitas Pertamina membangun kemampuan di luar prestasi akademik untuk menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja hingga 2030. Pesan itu disampaikan saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Pertamina Tahun Akademik 2026/2027 di Auditorium MyPertamina, Simprug, Jakarta.
Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum (WEF) memperkirakan hampir 40% keterampilan pekerja akan berubah hingga 2030. Selain kemampuan teknis, perusahaan semakin membutuhkan kemampuan berpikir analitis, kreativitas, resiliensi, fleksibilitas, serta kepemimpinan.
Baca Juga
Pertamina Gelar Final Nasional PGTC 2026, Libatkan 22 Kampus
Emma menilai kondisi tersebut membuat mahasiswa perlu membangun bekal yang lebih luas sejak berada di bangku kuliah. Pengetahuan akademik tetap menjadi dasar, tetapi karakter dan kemampuan menerapkan ilmu dalam persoalan nyata juga menjadi bagian penting dalam kesiapan profesional.
“Pengetahuan memang penting, tetapi karakter bahkan lebih penting. Percuma kita memiliki banyak pengetahuan kalau tidak mampu memberikan dampak dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” ujar Emma dikutip Senin (21/9/2026).
Menurut Emma, kuliah seharusnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkaya pengetahuan sekaligus menguji kemampuan menerapkannya. Ilmu yang diperoleh di ruang kelas perlu diarahkan untuk memahami persoalan dan menghasilkan solusi yang dapat dijalankan.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada kemampuan menemukan masalah. Tantangan berikutnya adalah merumuskan pendekatan yang relevan dan memastikan gagasan tersebut dapat memberikan dampak.
Emma menilai proses mengeksekusi gagasan sering kali lebih sulit dibandingkan menghasilkan ide. Karena itu, mahasiswa perlu membiasakan diri mengubah gagasan menjadi tindakan yang dapat diwujudkan.
Prestasi akademik tetap memiliki peran penting dalam proses pendidikan. Namun, Emma menilai karakter menjadi fondasi ketika seseorang menggunakan pengetahuan yang dimilikinya.
Emma juga menekankan pentingnya driving execution atau kemampuan membawa gagasan hingga benar-benar terlaksana. Kemampuan tersebut membuat seseorang tidak hanya mampu menyampaikan ide, tetapi juga mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap hasilnya.
Kemampuan mengenali masalah merupakan bagian penting dari proses berpikir. Namun, Emma mendorong mahasiswa untuk melangkah lebih jauh dengan membiasakan diri menawarkan solusi.
Menurut dia, mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada keluhan ketika menghadapi persoalan. Mereka perlu mengembangkan pendekatan yang kreatif dan relevan agar masalah dapat ditangani secara nyata. Pola pikir tersebut semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang menghadapi persoalan kompleks. Individu tidak hanya dituntut mampu mengidentifikasi persoalan, tetapi juga bergerak mencari cara untuk menyelesaikannya.
Universitas Pertamina memiliki keterkaitan dengan ekosistem industri Pertamina Grup yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperluas pengalaman di luar ruang kelas. Emma mendorong mahasiswa menggunakan kesempatan tersebut untuk memahami persoalan yang dihadapi dunia industri.
Masa kuliah, menurut dia, tidak perlu hanya diisi dengan aktivitas akademik. Organisasi, proyek, penelitian, dan magang dapat menjadi sarana untuk mengenal situasi nyata sekaligus melatih kemampuan profesional.
Perubahan global, kebutuhan energi, dan berbagai persoalan pembangunan menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Emma melihat kondisi tersebut sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk menghasilkan karya dan inovasi.
Baca Juga
Pertamina dan Eni Jajaki Kerja Sama Eksplorasi Migas hingga Produksi SAF
Mahasiswa dapat mengambil bagian melalui gagasan yang berkaitan dengan persoalan nyata di masyarakat maupun kebutuhan industri. Pengetahuan yang diperoleh di kampus menjadi lebih relevan ketika dipadukan dengan kemampuan memahami masalah dan menjalankan solusi.
Emma pun menekankan pentingnya memperkuat pengetahuan dengan karakter serta kemampuan mengeksekusi gagasan. Kombinasi tersebut diperlukan agar proses belajar di perguruan tinggi tidak berhenti pada pencapaian akademik.
Pada Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Pertamina telah menerima 1.740 mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri atas 1.627 mahasiswa program sarjana dan 113 mahasiswa program magister.
