Perkuat Kemampuan Literasi, Prabowo Bagikan 12 Buku untuk 8 Juta Murid SD
JAKARTA, investortrust.id — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penyediaan bantuan sarana menulis bagi murid kelas 1 dan 2 sekolah dasar (SD) di seluruh Indonesia. Program ini menyasar 8.016.308 murid di 147.743 SD yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Program Bantuan Sarana Keterampilan Menulis SD Tahun Anggaran 2026 tersebut bertujuan memperkuat kemampuan menulis, literasi awal, kreativitas, dan kemampuan berpikir anak melalui penyediaan buku serta perlengkapan menulis yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Baca Juga
Prabowo Perkuat Fondasi SDM Indonesia, dari Perbarui Buku Ajar hingga Bangun Budaya Membaca
Program yang dikenal melalui sistem SiMenulis ini berangkat dari perhatian Presiden Prabowo terhadap anak-anak yang menulis terlalu kecil demi menghemat penggunaan kertas agar tidak membebani orang tua.
Berdasarkan informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bantuan tersebut ditindaklanjuti Direktorat Sekolah Dasar dalam bentuk dana pengadaan buku dan alat tulis sesuai standar serta capaian pembelajaran Fase A.
"Menulis tangan punya peran kognitif dan sosial yang tidak tergantikan dalam literasi awal anak," demikian penjelasan Kemendikdasmen dalam portal resmi SiMenulis.
Setiap Murid Dapat Paket 12 Buku
Paket sarana keterampilan menulis yang disediakan terdiri atas 12 buku dengan berbagai jenis dan fungsi. Perinciannya, sebanyak tiga buku tulis bergaris dua atau reguler, tiga buku bergaris tiga/lima untuk latihan menulis halus-kasar, satu buku tulis polos atau gambar, serta satu buku kotak sedang.
Selain itu, murid memperoleh masing-masing satu buku latihan menulis huruf dan angka, suku kata, kata, serta kalimat. Perlengkapan tersebut dirancang untuk mendukung proses belajar secara bertahap, mulai dari pengenalan huruf dan angka, menyusun suku kata, menulis kata, hingga membentuk kalimat.
Paket bantuan juga dilengkapi tiga pensil grafit berbentuk segitiga, dua penghapus, satu rautan pensil, satu penggaris khusus anak, serta satu set pensil warna berisi 12 warna.
Spesifikasi barang bantuan telah ditetapkan Kemendikdasmen. Sekolah tidak dapat mengganti jenis barang dengan perlengkapan lain di luar ketentuan program.
Jangkau 147.743 Sekolah di 38 Provinsi
Program bantuan sarana menulis tersebut memiliki cakupan nasional. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah sekolah sasaran terbanyak, yakni 19.251 sekolah, disusul Jawa Timur sebanyak 18.809 sekolah dan Jawa Tengah 18.479 sekolah.
Di wilayah Sumatra, jumlah sekolah sasaran antara lain Sumatra Utara 9.534 sekolah, Sumatra Selatan 4.694 sekolah, Lampung 4.717 sekolah, dan Sumatra Barat 4.240 sekolah. Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, Sulawesi Selatan mencatat 6.441 sekolah, Nusa Tenggara Timur 5.228 sekolah, dan Kalimantan Barat 4.440 sekolah.
Cakupan program juga menjangkau enam provinsi di Pulau Papua, yakni Papua sebanyak 836 sekolah, Papua Barat 577 sekolah, Papua Barat Daya 556 sekolah, Papua Selatan 608 sekolah, Papua Tengah 538 sekolah, dan Papua Pegunungan 677 sekolah.
Secara keseluruhan, program ini mencakup 147.743 SD dan 8.016.308 murid kelas 1 dan 2 di 514 kabupaten/kota pada seluruh 38 provinsi.
Penetapan penerima bantuan menggunakan data pokok pendidikan (Dapodik) sebagai dasar agar penyaluran sesuai dengan kondisi sekolah dan jumlah murid sasaran. Kriteria sekolah penerima meliputi terdata di Dapodik, menerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) reguler 2026, serta memiliki murid kelas 1 dan 2.
Disalurkan lewat SiMenulis dan SIPLah
Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan dalam bentuk dana kepada sekolah penerima untuk pengadaan buku dan perlengkapan menulis. Pengadaan barang dilakukan melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah), sesuai spesifikasi dan Rencana Penggunaan Dana (RPD) yang telah disetujui.
Kemendikdasmen menegaskan bantuan diberikan secara utuh dan tidak diperkenankan ada pemotongan dengan alasan apa pun oleh pihak mana pun. Pengelolaan bantuan juga harus dilakukan secara transparan, efisien, dan akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan dari sisi fisik, administrasi, maupun keuangan.
Sekolah dapat memeriksa status penerimaan bantuan melalui aplikasi SiMenulis di [https://simenulis.kemendikdasmen.go.id](https://simenulis.kemendikdasmen.go.id). Portal tersebut juga menyediakan informasi mengenai sekolah penerima, panduan pelaksanaan, spesifikasi barang, serta perkembangan penyaluran bantuan.
Perkuat Fondasi Literasi Sejak Pendidikan Dasar
Penyediaan sarana menulis menjadi salah satu upaya pemerintah memperkuat kemampuan dasar murid sejak kelas awal sekolah dasar. Kemampuan menulis tidak hanya berkaitan dengan keterampilan menggunakan alat tulis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pengembangan bahasa, pemahaman, kreativitas, dan kemampuan berpikir anak.
Melalui latihan yang terstruktur, murid diharapkan dapat mengembangkan keterampilan menulis secara bertahap sesuai dengan tingkat perkembangannya. Program ini juga menjadi bagian dari agenda pemerintah memperkuat kualitas pendidikan dasar melalui penyediaan sarana pembelajaran yang lebih memadai.
Baca Juga
Mengintip Isi Goodie Bag HUT Ke-81 RI, dari Buku Presiden Solusi hingga Kelereng
Selain bantuan sarana menulis, pemerintah tengah menjalankan sejumlah program pendidikan lain, antara lain penyediaan papan interaktif digital, revitalisasi sekolah rusak, pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Garuda, dan Sekolah Rakyat.
Pemerintah juga menyediakan akses materi pembelajaran melalui Rumah Pendidikan serta berbagai program beasiswa untuk memperluas kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ke depan, keberhasilan bantuan sarana menulis tidak hanya ditentukan oleh jumlah buku dan alat tulis yang disalurkan, tetapi juga pemanfaatannya dalam kegiatan belajar-mengajar. Pendampingan guru dan pembiasaan latihan menulis menjadi faktor penting agar fasilitas tersebut benar-benar meningkatkan kemampuan literasi murid sejak dini.
