Mendag Bidik Kontribusi Ekspor ke PDB Capai 22% di 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan kontribusi ekspor barang dan jasa terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 22% pada 2027. Target tersebut menjadi salah satu sasaran strategis Kemendag dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, target tersebut sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang mengusung tema akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas, investasi, dan industri.
"Pada tahun 2027, Kementerian Perdagangan mendukung pencapaian 5 target strategis, yaitu kontribusi ekspor barang dan jasa terhadap PDB sebesar 22%, pangsa ekspor dunia sebesar 1,26%, nilai ekspor jasa sebesar Rp35,56 billion, partisipasi dalam rantai nilai global sebesar 1,11%, dan perdagangan antarwilayah sebesar Rp2.515 triliun," ujar Mendag dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (17/9/2026).
Untuk mengejar target tersebut, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendag ini mengungkapkan pihaknya akan menyiapkan sejumlah program yang diarahkan untuk memperluas akses pasar ekspor dan meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Baca Juga
Dinilai Tidak Cukup, Kemendag Usulkan Tambahan Anggaran Rp 1,86 Triliun di 2027
Program tersebut antara lain mencakup fasilitasi ekspor, penyelesaian dan ratifikasi perjanjian perdagangan, penanganan hambatan perdagangan, kerja sama perdagangan dalam forum internasional, serta pelaksanaan misi dagang dan pameran produk.
Kemendag juga mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM, agar dapat masuk ke pasar global melalui sejumlah program seperti ekspor coaching program, Desa Bisa Ekspor, UMKM Bisa Ekspor, serta layanan ekspor center.
Selain mengejar peningkatan kontribusi ekspor terhadap PDB, pemerintah juga menargetkan pangsa ekspor Indonesia di pasar dunia mencapai 1,26% pada 2027. Kemendag turut membidik nilai ekspor jasa sebesar Rp35,56 miliar serta meningkatkan partisipasi Indonesia dalam rantai nilai global menjadi 1,11%.
"Kementerian Pedagangan mendukung Program Prioritas Nasional V, yaitu melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri," ungkapnya.
