JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid mengungkap, koperasi dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional atau produk domestik bruto (PDB) hingga mencapai 20%. Menurut dia, target harus dipatok setinggi-tingginya demi upaya mengembangkan perkoperasian Indonesia lebih kuat ke depan.


"Sekarang ditargetkan (kontribusi untuk PDB) 5,7%. Saya bilang kepada Kementerian Koperasi harus tentukan 20%, jangan 5,7%," katanya Saat ditemui setelah pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin di Ancol, Jakarta, Rabu (18/12/2024).

Baca Juga

Menkop akan Bentuk Super Induk Koperasi


Untuk mewujudkan target tersebut, Nurdin Halid menyebut Dekopin akan memperjuangkan keadilan ekonomi bagi koperasi. Ia mengatakan, salah satu yang tengah diperjuangkan adalah mendorong Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bersama pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perkoperasian. 


"Sekarang koperasi tidak mendapatkan keunggulan dalam alokasi ekonomi, itu yang membuat kontribusi untuk PDB kecil. Tapi kalau nanti target yang dicanangkan adalah 20%, alokasi ekonomi dari pemerintah untuk koperasi seharusnya akan lebih luas," sambungnya.



Negara Lain, Koperasi Kuat dari Pertanian
Diberitakan sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi menargetkan koperasi bisa tumbuh besar di tahun mendatang, dan terus berkontribusi bagi perekonomian nasional. Apalagi tahun 2025, PBB telah menetapkan sebagai Tahun Koperasi Internasional, sehingga harus dimaknai sebagai tahun kebangkitan koperasi Indonesia.


“Saya mengharapkan koperasi di sepanjang tahun 2025 terus membuat gebrakan dalam mewarnai Tahun Koperasi Internasional,” ucap Menkop Budi Arie Setiadi dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Produsen Induk KUD Indonesia Ke-XLIV (44) Tahun Buku 2023 bertajuk "Solid, Bersatu, Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045", di Jakarta, Rabu (18/12/2024).


Untuk mencapai itu, Kemenkop siap membuat landscape dan melakukan simulasi, termasuk melihat struktur sosial, politik, ekonomi dalam negeri agar lebih berkeadilan bagi koperasi. Kata Budi Arie, di beberapa negara yang besar kontribusinya dari koperasi, mereka banyak kuat dari sektor pertanian rata-rata hingga 30%.

Baca Juga

Menteri Koperasi Usul Minyak Makan Merah Jadi Bahan Baku Program MBG


Tak hanya itu, Budi Arie juga berniat memperbesar koperasi yang ada saat ini menuju superinduk koperasi. Ini dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM).


“Karena koperasi ini harus menjadi gairah baru bagi masyarakat, dan menjadi pilihan bagi negara dan bangsa . Ini untuk meletakkan koperasi sebagai aktor utama dalam perekonomian nasional, selain swasta dan BUMN,” tegasnya.