Tambang Masa Depan: Truk Listrik, Baterai Jumbo, hingga AI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG) Indoensia, produsen alat berat asal Tiongkok, mengembangkan teknologi smart mining melalui elektrifikasi, sistem hybrid, dan digitalisasi operasi pertambangan. Strategi tersebut mencakup pengembangan truk dan ekskavator elektrik, serta sistem manajemen energi dan operasi otonom.
Sales Director of Mining Machinery XCMG Group Indonesia David Purba mengatakan perusahaan menguji teknologi mulai komponen, mesin, hingga kondisi pertambangan aktual sebelum diterapkan di lapangan. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan XCMG dari pemasok alat berat menjadi penyedia solusi pertambangan terintegrasi.
"Visi XCMG adalah bergerak dari equipment supplier menjadi penyedia solusi smart mining. Konsep tersebut menghubungkan alat berat, teknologi energi, dan sistem digital dalam satu ekosistem," kata David di Balikpapan, dikutip Kamis (17/9/2026).
XCMG mengembangkan portofolio alat berat yang mencakup pengeboran, penggalian, pemuatan, pengangkutan, peralatan pendukung, serta manajemen energi. Portofolio tersebut ditujukan untuk mendukung pencocokan alat dengan kebutuhan operasional pertambangan.
Untuk pertambangan masa depan, perusahaan mengembangkan lima platform utama, yakni peralatan listrik, ekskavator hidrolik, truk listrik berbasis baterai, truk hybrid, dan perangkat kerja kelas berat. Salah satu portofolio yang diperkenalkan adalah E-Series, lini ekskavator elektrik yang mencakup kelas 90 ton hingga 500 ton.
Menurut David, XCMG juga mengembangkan teknologi hybrid sebagai pilihan transisi bagi pelanggan yang belum siap menggunakan peralatan listrik penuh. Sistem tersebut menggabungkan mesin konvensional dengan teknologi elektrik. "Sistem hybrid dapat meningkatkan waktu siklus kerja, produktivitas, serta efisiensi konsumsi bahan bakar,"kata David.
XCMG juga mengembangkan truk rigid listrik berbasis baterai dengan kapasitas 90 ton hingga 240 ton. Teknologi yang digunakan mencakup platform tegangan tinggi, motor permanen, serta pengereman elektrik. “Jadi kita harus melihat EV (electrical vehicle) dari perspektif TCO (total cost of ownership), bukan hanya harga pembelian,” kata David.
TCO merupakan total biaya kepemilikan selama masa penggunaan alat, termasuk pembelian, energi, perawatan, dan biaya operasional. Pendekatan tersebut digunakan untuk menilai efisiensi alat berat dalam jangka panjang.
Baca Juga
XCMG Bangun Pusat Remanufaktur Alat Berat Pertama di Luar China di Balikpapan
XCMG memperkenalkan XDR100A sebagai contoh truk hybrid kelas 96 ton dengan dua mesin dan sistem penggerak elektrik hybrid. Sistem hybrid pada XDR100A mengombinasikan mesin berkapasitas lebih kecil dengan penggerak elektrik. XCMG juga mengembangkan truk hybrid dan listrik untuk kelas sekitar 70 ton hingga 96 ton. "Teknologi range extended hybrid dapat memberikan potensi penghematan bahan bakar 15% hingga 35%," kata David.
X-Way 160h juga diperkenalkan sebagai truk hybrid kelas berat dengan kapasitas angkut lebih dari 90 ton. Model tersebut menggunakan mesin 596 kW, baterai 190 kWh, serta kemampuan menanjak hingga 30%.
David mengatakan, elektrifikasi XCMG tidak hanya menyasar truk dan ekskavator. Perusahaan juga mengembangkan peralatan pendukung, seperti grader, wheel loader, dan unit lain untuk membantu pengelolaan material serta kegiatan operasional tambang. "Pengembangan alat pendukung ditujukan untuk mengoptimalkan keseluruhan operasi pertambangan melalui efisiensi energi, produktivitas, dan biaya selama masa penggunaan alat," kata David.
Untuk alat berat berukuran besar, XCMG mengembangkan EC9260 EV dengan baterai 1.490 kWh dan konsep pengisian ultra-cepat. Model tersebut ditujukan untuk mendukung kegiatan penggalian dan pemuatan dalam operasi pertambangan. XCMG juga memperkenalkan EC9350 dengan penggerak elektrik, bobot operasi sekitar 170 ton, dan kapasitas bucket hingga 30 meter kubik.
Manajemen Energi dan Tambang Otonom
XCMG juga mengembangkan sistem manajemen energi yang mencakup sumber energi, jaringan listrik, beban, penyimpanan energi, dan microgrid. Pengelolaan energi tersebut mencakup teknologi pengisian baterai dan battery swapping, yaitu penggantian baterai yang telah habis dengan baterai yang sudah terisi. XCMG menyebut teknologi pengisian dapat mencapai kapasitas multi-megawatt.
Untuk truk tambang listrik, pengisian megawatt menjadi bagian penting dari kebutuhan infrastruktur. XCMG mengembangkan konsep pengisian cepat bertegangan tinggi hingga 7 megawatt dan 2.000 volt.
Pengembangan berikutnya diarahkan pada digitalisasi melalui sistem manajemen pertambangan cerdas. Sistem tersebut mengintegrasikan pengelolaan armada, energi, overall equipment effectiveness (OEE), penjadwalan produksi, keselamatan, dan perangkat digital dalam satu platform.
Baca Juga
XCMG juga mengembangkan teknologi menuju operasi tambang otonom. Tahapannya mencakup pengendalian jarak jauh, sistem cerdas tingkat lanjut, hingga operasi yang sepenuhnya otonom.
Teknologi tersebut dirancang untuk diterapkan pada ekskavator, truk, loader, roller, dan dozer. "Konsep smart mining telah diterapkan dalam sejumlah kasus pertambangan di China," kata David.
