MBMA Pakai Sisa Bijih Tambang untuk Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memperkuat penerapan praktik ekonomi sirkular dalam rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik melalui pengembangan fasilitas pengolahan acid iron metal (AIM). Melalui fasilitas ini, perseroan mengolah sisa bijih tambang untuk bahan baku baterai kendaraan listrik.
Fasilitas AIM dibangun PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), usaha patungan antara MBMA dan Eternal Tsingshan Group Limited. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik, sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya mineral di lingkungan Grup Merdeka.
Presiden Direktur Merdeka Battery Materials, Teddy Oetomo mengungkapkan, pengembangan bisnis perusahaan tetap berjalan seiring pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang lebih optimal.
Baca Juga
Usai Cetak Kenaikan Laba 34% di 2025, Merdeka Battery (MBMA) Ungkap Target Pesat Tahun Ini
"Pengembangan industri kendaraan listrik perlu didukung rantai pasok yang semakin efisien dan bertanggung jawab. Melalui integrasi operasional yang kami bangun, perusahaan ingin mendorong praktik tersebut secara bertahap," jelas Teddy, dikutip Jumat (15/5/2026).
Fasilitas AIM, menurut Teddy, memanfaatkan bijih pirit sisa pengolahan Tambang Tembaga Wetar yang dioperasikan anak perusahaan, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), untuk menghasilkan asam sulfat dan uap. Keduanya digunakan sebagai bahan baku dalam proses produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) di pabrik high pressure acid leach (HPAL).
“Melalui integrasi tersebut, perseroan menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan pemanfaatan material tambang, sekaligus mendukung efisiensi rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik nasional,” tutur dia.
Selain pengembangan ekonomi sirkular, menurut Teddy Oetomo, perseroan terus memperkuat pengelolaan lingkungan di seluruh area operasional. Hingga akhir 2025, seluruh entitas operasional Merdeka Battery telah memperoleh sertifikasi ISO 14001:2015 untuk sistem manajemen lingkungan.
Baca Juga
Merdeka Battery (MBMA) Siapkan Buyback hingga Rp 1,7 Triliun, Optimistis Nikel 2026 Melesat
Dia menjelaskan, MBMA juga membentuk tim manajemen energi di dua anak usaha, yaitu PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan MTI, guna mendukung implementasi efisiensi energi dan pengurangan emisi secara lebih terintegrasi.
Teddy menambahkan, komitmen keberlanjutan MBMA memperoleh pengakuan dari berbagai lembaga independen sepanjang 2025. MBMA mempertahankan Gold Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, memperoleh predikat Verified dalam Indeks Integritas Bisnis Lestari (Instar) 2025 dengan skor tertinggi di sektor basic materials.
“Kami juga mencatat perbaikan Sustainalytics ESG Risk Rating menjadi 34,07 dari sebelumnya 35,2,” ujar Teddy.

