Kadin Bidik Pasar Amerika Latin, 21 Pengusaha Siap Ikut Inalac 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia membidik perluasan pasar ke Amerika Latin melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (Inalac) Business Forum yang dijadwalkan berlangsung awal Oktober 2026. Sebanyak 21 pengusaha Indonesia siap mengikuti forum tersebut, meningkat dari 14 peserta sebelumnya.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan Inalac Business Forum menjadi salah satu agenda terdekat yang disasar dunia usaha, selain rangkaian pertemuan ekonomi di Amerika Serikat. Forum tersebut akan mempertemukan Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia, dengan Chile dan Indonesia sebagai pihak yang memimpin penyelenggaraan.
“Yang di depan mata ada Inalac (Business Forum). Inalac itu Latin America countries dan Karibia dengan Indonesia, dan ini diadakan di awal bulan Oktober. Jadi benar-benar dipimpin langsung oleh Indonesia dan Chile,” ujar Anindya saat ditemui di Menara Kadin Indonesia, Senin (14/9/2026).
Baca Juga
Menurut Anindya, keterlibatan dunia usaha dalam forum tersebut menunjukkan semakin seriusnya Indonesia membuka peluang perdagangan dan investasi dengan kawasan Amerika Latin. Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno akan memimpin delegasi Indonesia, sementara jumlah pengusaha yang akan hadir telah bertambah menjadi 21 orang.
“Ini juga sudah ada 21 saya dengar ya, pengusaha yang mau hadir naik dari 14 sebelumnya. Mesti diingat bahwa Latin Amerika itu juga kurang lebih developmentnya mirip dengan Indonesia. Ingin maju. Dan banyak complementarity,” kata Anindya.
Anindya melihat terdapat peluang besar untuk memperluas perdagangan karena sejumlah produk yang selama ini diekspor Indonesia ke Amerika Serikat juga memiliki pasar di negara-negara Amerika Latin. Kesamaan kebutuhan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk mencari pasar baru sekaligus memperkuat diversifikasi tujuan ekspor.
“Selain juga ialah apa yang kita ekspor ke Amerika itu mirip-mirip juga banyak yang dibutuhkan di Latin Amerika. Jadi bisa dimanfaatkan,” ungkap Anindya.
Selain Inalac, agenda ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan ke depan juga cukup padat. Kadin akan terlibat dalam B20 pada awal November 2026 dan G20 pada pertengahan Desember 2026 di Amerika Serikat. Meski G20 lebih banyak berada pada ranah pemerintah, dunia usaha tetap memiliki ruang untuk berkontribusi dalam rangkaian agenda tersebut.
Pada November, Indonesia juga akan menghadapi sejumlah agenda internasional lain, termasuk puncak ASEAN dan APEC di Shenzhen. Anindya menilai rangkaian engagement tersebut menunjukkan upaya Presiden Prabowo Subianto memperkuat hubungan internasional dengan penekanan lebih besar pada kerja sama ekonomi, selain agenda geopolitik.
“Kelihatannya Pak Presiden mencoba sebaik mungkin untuk melakukan engagement lebih baik dan fokusnya kepada bidang ekonomi selain juga geopolitik., dan terasa, karena mungkin sedikit saja, kemarin saya balik dari New Delhi, animo dan juga antusiasme terhadap Indonesia itu sangat besar,” ucap Anindya.
Baca Juga
Kadin-Kemenlu Sinkronisasi Diplomasi Ekonomi, Kejar Investasi Rp 2.500 Triliun
Menurut dia, tingginya minat terhadap Indonesia menunjukkan posisi ekonomi nasional semakin diperhitungkan di tingkat global. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi dunia usaha untuk mendorong Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemimpin regional, tetapi juga mengambil posisi lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi dunia.
“Sehingga kelihatan Indonesia ini bisa menjadi bukan hanya pemimpin di regional, tapi juga bagian daripada suatu pemimpin dunia usaha atau ekonomi di dunia. Dan dunia ini sangat membutuhkan growth story dan Indonesia adalah salah satu tempat yang bisa dibanggakan,” kata dia.
