Cari Mitra Dagang Baru, Indonesia Incar Potensi Pasar Amerika Latin
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut pemerintah akan memaksimalkan tiga mesin ekonomi untuk mengarungi tahun 2024.
“Ketika pandemi Pak Presiden mengenalkan rem dan gas, kalau sekarang kita berharap tiga engine. Kalau pesawat mesinnya tiga lebih aman. Satu mati, yang dua masih aman,” ujar Airlangga saat berbicara pada Seminar Nasional Outlook Perekonomian Indonesia 2024, di St Regis, Jakarta, Jumat (22/12/2023).
Salah satu mesin yang diharapkan Airlangga yaitu perluasan pasar dagang Indonesia. Dia mengatakan Indonesia perlu mempertimbangkan pasar ekspor menuju Amerika Latin dan Afrika.
“Di pasar Amerika Latin ada satu kunci yang bisa cepat kita masuki yaitu dengan CPTPP (Comprehensive and Progressive Agreement for Transpacific Partnership)” ujar dia.
Baca Juga
Dongkrak Ekonomi RI, Airlangga Ungkap Tiga Mesin Ekonomi Ini
Melalui perjanjian tersebut, kata Airlangga, Indonesia bisa sekaligus membuka pasar ekspor ke Kanada, Meksiko, Chile, dan Peru. Keuntungan membuka pasar ekspor ini adalah keketuaan CPTPP dipegang oleh Jepang.
“Jadi tahun depan Jepang memegang CPTPP dan OECD. Ini menjadi teman kita untuk membuka (membuka pasar) di kedua lembaga ini,” ujar dia.
Upaya membuka pasar baru tersebut karena kondisi ekonomi mitra dagang Indonesia, yaitu Amerika Serikat (AS) dan China masih diselimuti perlambatan. IMF memproyeksikan ekonomi AS melambat sebesar 1,5% pada 2024. Sementara itu, China diperkirakan akan melambat 4,2% pada 2024.
Selain membuka pasar ekspor baru, Airlangga juga ingin tumbuhnya ekonomi digital dan munculnya industri semikonduktor. Untuk menjangkau kerja sama investasi di industri ini, dia menyarankan agar Indonesia menggandeng AS, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang yang sedang berlomba memindahkan SDM manufaktur dan RnD.
"Berbagai negara berlomba memindahkan rumah semikonduktor dari China ke negara lain," ujar dia.
Baca Juga
Diprediksi Tumbuh 4,6% Tahun 2024, China Yakin Bisa Ungkit Perekonomian Dunia

