Prabowo Menang Pilpres Versi Quick Count, Bagaimana Nasib Food Estate?
JAKARTA, investortrust.id – Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori berbicara terkait food estate yang menjadi salah satu program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Proyek ini pun bakal dilanjutkan Prabowo Subianto jika terpilih menjadi presiden mendatang.
Menurut Khudori, secara umum uji kelayakan pengembangan food estate tidak dilakukan dengan benar. Ia bahkan menilai bahwa uji kelayakan yang dibuat hanya untuk melegitimasi proyek ini agar bisa berjalan.
“Ini kan gak benar. Mestinya uji kelayakan dilakukan dulu, jika layak baru dikembangkan,” ucap Khudori kepada investortrust.id, Jumat (16/2/2024).
Baca Juga
Khudori menjelaskan, uji kelayakan pada food estate seharusnya adalah kelayakan ekonomi, sosial dan lingkungan. Terlebih lagi, food estate merupakan program jangka menengah-panjang, sehingga untuk bisa berhasil dengan produksi stabil memerlukan waktu bertahun-tahun dengan trial and error.
“Berikutnya, lahan-lahan lokasi food estate itu ada di luar Jawa. Lahan-lahan ini adalah lahan kelas 2,3, bahkan 4 dari sisi kesuburan. Baik lahan gambut, lahan rawa, lahan kering dan yang lain,” terangnya.
“Karena itu, produktivitas kemungkinan tidak sebagus di Jawa. Perlu teknologi tertentu. Anggarannya pun besar, bukan hanya untuk membuka dan menyiapkan lahan baru, tapi juga infrastruktur,” tandas Khudori.
Baca Juga
Sorot Bansos hingga Food Estate, Berikut Catatan Strategis Forum Ekonom Indonesia
Diberitakan sebelumnya, calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto meyakini bahwa program food estate menjadi satu-satunya cara agar Indonesia bisa menjaga stok pangan serta menjaga ketahanan pangan di Tanah Air.
"Strategi yang paling utama adalah food estate, lumbung padi yang sudah digagas pak Ibnu Sutowo dari tahun 70. Jadi sudah 50 tahun yang lalu, ini satu-satunya jalan," ucapnya dalam acara Dialog Capres Bersama Kadin di Jakarta Pusat, Jumat (12/1/2024).

