Prabowo Unggul Versi Quick Count, Pengusaha Ini Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
JAKARTA, Investortrust.id – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta WKamdani menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming kemungkinan hampir sama dengan realisasi sepnjang pemerintahan Joko Widodo.
Hal ini menanggapi kemenangan Prabowo-Gibran dalam pilpres 2024 berdasarkan penghitungan cepat atau quick count.
Apabila Prabowo-Gibran berhasil menjadi presiden dan wakil presiden, dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi untuk lima tahun ke depan yang tidak jauh berbeda dengan outlook pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga
Prabowo Menang Pilpres Versi Quick Count, Bagaimana Nasib Food Estate?
“Jika paslon 2 menang, saya rasa ekspektasi pasar tidak akan bergerak terlalu jauh dari ekspektasi pertumbuhan dibawah kepemimpinan Pak Jokowi (kisaran pertumbuhan rata2 5-6% untuk 5 tahun ke depan),” ucapnya kepada Investortrust.id, Jumat (16/2/2024).
Hal ini, terang dia, didukung prioritas capres Prabowo-Gibran untuk mempertahankan keberlangsungan dan penyempurnaan kebijakan-kebijakan ekonomi yang sudah dimulai dan dilaksanakan di era Pak Jokowi,” tambah Shinta.
Meskipun pertumbuhan ekonomi yang diprediksi tidak terlalu signifikan, Shinta menilai, outlook tersebut merupakan hal yang baik bagi para pelaku usaha. Dalam hal ini, ia menyebutkan sebagai kesinambungan regulasi yang akan membentuk iklim usaha dalam lima tahun ke depan.
Baca Juga
Hasil Quick Count SMRC: Prabowo-Gibran Hanya Kalah di 2 Provinsi, Jakarta?
Kendati demikian, Shinta mengatakan, jikalau melihat konteks 5-10 tahun ke depan dimana memasuki masa berakhirnya bonus demografi, pertumbuhan ekonomi rata-rata 5-6% tidak cukup membuat Indonesia keluar dari middle income trap dan merealisasikan target pertumbuhan Indonesia Maju 2045.
“Pertumbuhan yang dicapai 5-10 tahun ke depan oleh successor Pak Jokowi harus lebih tinggi, minimal 6-7% per tahun kalau mau keluar dr middle income trap sebelum 2035,” ungkapnya.
“Karena itu, meskipun nanti paslon ini menang, mereka tetap perlu menciptakan breakthrough- breakthrough yang lebih banyak, lebih efektif, tepat sasaran untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi,” terang Shinta.

