KAI Kembangkan Stasiun Gambir, Penumpang Tumbuh 8%-12% per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir seiring pertumbuhan volume pelanggan yang mencapai 8%-12% setiap tahun.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan, pengembangan Stasiun Gambir telah masuk dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan rencana integrasi antarmoda di kawasan tersebut.
"Gambir sebenarnya juga kita sudah persiapkan dan kaji dalam rancangan jangka panjang untuk program KAI. Karena apa? Karena di sana ada MRT (Monas) yang akan terkoneksi," kata Anne dalam konferensi pers di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Anne memprediksi, Stasiun Gambir akan menjadi salah satu hub mobilisasi masyarakat di Jakarta dan Jabodetabek seiring adanya MRT Jakarta, pengembangan LRT Jakarta Fase 1C (Manggarai-Dukuh Atas), serta Bus Transjakarta.
"Sehingga dengan adanya MRT, pertumbuhan LRT, integrasi antarmoda, kami memprediksi Gambir juga menjadi hub mobilisasi masyarakat di Jabodetabek, khususnya Jakarta. Sehingga kami harus menyiapkan untuk proyeksi stasiun ini 10-20 tahun ke depan," jelasnya.
Menurut Anne, pekerjaan pengembangan Stasiun Gambir membutuhkan waktu sekitar dua tahun dan akan dilakukan secara bertahap. KAI juga akan melakukan pengkajian bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
"Kita lakukan bertahap, dan ini pasti akan dilakukan pengkajian bersama dengan Kementerian Perhubungan lewat DJKA. Namun, investasinya kita berharap KAI bisa non-APBN," ujarnya.
Anne menyebut pengembangan Stasiun Gambir juga berkaitan dengan rencana penambahan layanan kereta yang berhenti di stasiun tersebut. KAI tengah mengkaji penambahan infrastruktur untuk melayani pelanggan kereta rel listrik (KRL) atau commuterline.
Baca Juga
"Demikian juga masukkan terhadap KRL yang akan berhenti di Gambir, sehingga kita harus menyiapkan stasiun Gambir ini bisa melayani lebih banyak dibandingkan yang sekarang. Jadi konsepnya adalah optimalisasi aset," imbuhnya.
Anne memaparkan, volume pelanggan kereta api jarak jauh (KAJJ) di Stasiun Gambir saat ini mencapai hampir 2,5 juta pelanggan yang naik dan sekitar 2,2 juta pelanggan yang turun. "Volume sampai saat ini yang naik itu lebih dari 2 juta (penumpang), yang naiknya hampir 2,5 juta (penumpang), dan yang turun itu 2,2 juta (penumpang) KAJJ," paparnya.
Dikatakan Anne, jumlah orang yang berada di kawasan Stasiun Gambir juga lebih besar karena terdapat pengantar pelanggan serta masyarakat yang menggunakan taksi maupun moda transportasi lainnya.
"Itmeans orang di stasiun Gambir itu bisa tiga kali lipat dari ini. Ada yang nganter, ada yang dari (naik) taksi. Sehingga kita bisa bayangin, kalau setiap tahun bertumbuh 8-12%, stasiun kita itu kan sangat crowd," tandasnya.
Anne mengatakan, kondisi tersebut membuat pengembangan Stasiun Gambir diperlukan untuk mengantisipasi pertumbuhan volume pelanggan. "Sehingga perlu adanya pengembangan stasiun Gambir dengan adanya pertumbuhan volume pelanggan kita," katanya.
Saat ini, Stasiun Gambir telah terhubung dengan Transjakarta Koridor 2 (Pulo Gadung-Monas) dan 2A (Pulo Gadung-Rawa Buaya via Balai Kota). Lebih lanjut, KAI juga menyiapkan koneksi dengan Stasiun MRT Monas dengan mengkaji penambahan infrastruktur untuk mendukung naik-turun pelanggan KRL di Stasiun Gambir.
Selain fungsi transportasi, KAI akan mengembangkan aktivitas komersial di Stasiun Gambir sebagai bagian dari optimalisasi aset. "Di sana ada hospitality, terkoneksi dengan area komersil, konektivitas ke Katedral, Istiqlal, Monas, dan yang lainnya. Dan ini juga mendorong aktivitas ekonomi di sekitar Gambir," ujar Anne.
Target New Gambir 2028
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengungkap rencana Stasiun Gambir yang akan dikembangkan menjadi "teras" kawasan Monumen Nasional (Monas).
"Gambir ini kita bicara in journey experience. Kita bicara masalah hospitality. Kita bicara masalah tourism. Kita bicara yang namanya attraction. Kita bicara yang namanya amusement," kata Bobby dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Bobby menyebut pengembangan Stasiun New Gambir tidak hanya mencakup integrasi antarmoda, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan.
Baca Juga
KAI juga berencana menghubungkan Stasiun New Gambir dengan stasiun MRT di kawasan Monas melalui terowongan bawah tanah. "Satu lagi, nanti kita akan interkoneksikan New Gambir ini dengan MRT yang ada di Monas. Itu ada tunnel-nya," ucap Bobby.
KAI menargetkan renovasi Stasiun Gambir selesai pada 2028. Dalam pengembangan tersebut, KAI juga berencana menambah dua jalur khusus atau dedicatedtrack untuk layanan commuterline Jabodetabek. "2028 (selesai) renovasi dari Gambir ini, nanti kita akan tambahkan dua jalur lagi, dedicated (track) untuk commuterline," kata Bobby.
Bobby menegaskan, anggaran revitalisasi Stasiun Gambir berasal dari kas KAI dan tidak menggunakan APBN. "Anggarannya KAI, anggaran dari pemerintah tidak ada. (Berapa biayanya?) sekitar Rp 1 triliun, karena ini adalah pure business," ungkapnya.
