Intip Rencana Bos KAI Sulap Stasiun Gambir Jadi "Teras" Monas, Rampung 2028
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan transformasi Stasiun Gambir menjadi kawasan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi menjadi "teras" kawasan Monumen Nasional (Monas).
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin menyatakan, pengembangan Stasiun Gambir ke depan akan berfokus pada pengalaman perjalanan (in journey experience), keramahan (hospitality), pariwisata (tourism), atraksi (attraction), dan hiburan (amusement).
"Gambir ini kita bicara in journey experience. Kita bicara masalah hospitality. Kita bicara masalah tourism. Kita bicara masalah yang namanya attraction. Kita bicara yang namanya amusement," kata Bobby dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta di kereta KA Wisata, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga
Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir agar Jadi Wajah Perkeretaapian RI
Menurut Bobby, Monas merupakan "panggung" Indonesia, tetapi hingga kini belum memiliki ruang yang dapat menjadi tempat masyarakat menikmati kawasan tersebut.
"Coba kita lihat sekarang. Monas, itu panggungnya. Monas itu ada di tengah. Kalau kita lihat satu conference atau satu pagelaran musik itu kan panggungnya di tengah. Yang nonton itu muter," ujarnya.
"Nah, Monas ini adalah panggungnya Indonesia. Terasnya ada di mana? Belum ada. Yang duduk kita memandang Monas ada nggak sekarang? Nggak ada. Amphitheater-nya belum ada," sambung Bobby.
Ihwal itu, KAI berencana menjadikan Stasiun Gambir sebagai teras Monas. "Kami akan jadikan Stasiun Gambir ini menjadi terasnya dari panggung yang kita sebut dengan Monas," ungkap Bobby.
Ia menyebutkan, konsep tersebut tidak hanya berfokus pada integrasi maupun intermoda, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan.
"Di situ nanti kita tidak bicara masalah integrasi. Kita tidak bicara masalah intermoda. Kita bicara itu tadi ada lima hal, in journey experience. Jadi, pelanggan yang datang dia tidak hanya akan naik kereta, dia akan menikmati Monas. Dia akan menikmati yang namanya surroundings-nya Monas. Dia akan menikmati yang namanya nanti Stasiun New Gambir ini," tuturnya.
Selain itu, Bobby mengungkapkan, Stasiun New Gambir juga akan dihubungkan langsung dengan stasiun mass rapid transit (MRT) di kawasan Monas melalui terowongan bawah tanah. "Satu lagi, nanti kita akan interkoneksikan New Gambir ini dengan MRT yang ada di Monas. Itu ada tunnel-nya," ucapnya.
Bobby menilai, rencana tersebut bukan proyek jangka panjang karena telah dibahas bersama Gubernur Jakarta, Pramono Anung. "Enggak. Enggak, saya sudah bicara sama gubernur (Pramono Anung)," tegasnya.
Dikatakan Bobby, pengembangan tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat menuju kawasan Monas dengan transportasi publik. "Jadi kita menampilkan Monas ini adalah panggung Indonesia. Semua bisa diakses oleh rakyat ke sana. Jadi yang mengakses ke sana, tidak hanya orang yang punya mobil," katanya.
Ia menyampaikan, renovasi Stasiun Gambir ditargetkan selesai pada 2028. Dalam proyek tersebut KAI juga akan menambah dua jalur khusus (dedicated track) untuk layanan Commuter Line Jabodetabek. "2028 (selesai) renovasi dari Gambir ini, nanti kita akan tambahkan dua jalur lagi, dedicated (track) untuk commuter line," terang Bobby.
Bobby turut menekankan, anggaran revitalisasi Stasiun Gambir tidak akan dibebankan pada APBN melainkan kas perseroan. "Anggarannya KAI, anggaran dari pemerintah tidak ada. (Berapa biayanya?) sekitar Rp 1 triliun, karena ini adalah pure business," lugasnya.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyatakan, Stasiun Gambir akan mulai melayani kereta rel listrik (KRL) atau commuter line sebagai upaya meningkatkan konektivitas bagi pengguna kereta api jarak jauh (KAJJ).
Menurut Dudy, penambahan layanan KRL di Stasiun Gambir bertujuan memudahkan masyarakat yang berpindah moda transportasi antara KRL dan KAJJ.
"Sebenarnya, Gambir itu untuk memberikan semacam, bagaimana kita melayani masyarakat ada konektivitasnya. Jadi KRL berhenti, kemudian juga bisa dilayani oleh kereta jarak jauh," kata Dudy dalam media briefing di Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga
Untuk mendukung layanan tersebut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan melakukan beautifikasi Stasiun Gambir sekaligus menambah peron guna melayani aktivitas naik dan turun penumpang KRL.
"Jadi kita lihat, beautifikasi itu adalah mengubah wajah Gambir dari yang sekarang ini menjadi wajah Gambir yang lebih modern. Mengubah wajah Gambir yang semula hanya melayani jarak jauh, juga melayani kereta KRL," ungkap Dudy.
Meski demikian, Dudy menambahkan, jumlah perjalanan KRL yang akan berhenti di Stasiun Gambir masih dalam tahap perhitungan. "Jadi tidak seluruhnya mungkin. Nanti kita akan lihat seberapa banyak KRL yang akan dilayani di sana. Yang pasti bahwa ada penambahan jumlah trek untuk menampung kereta jarak jauh dan juga KRL," katanya.
