Dampingi Prabowo ke Rusia, Bahlil Tawarkan Lebih 100 Blok Migas ke Investor
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sektor energi menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto ke Rusia. Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka peluang kerja sama sekaligus menawarkan potensi investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas).
Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan kunjungan tersebut berlangsung dalam rangka menghadiri Eastern Economic Forum (EEF), forum tahunan yang mempertemukan Rusia dengan negara-negara di kawasan. Tahun ini, Indonesia menjadi tamu kehormatan dan Presiden Prabowo hadir sebagai pembicara utama.
Baca Juga
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air seusai Hadiri EEF di Vladivostok Rusia
“Kan itu forum tahunan ya, Eastern Economic Forum, kan itu acara tahunan. Tahun ini yang menjadi tamu kehormatannya itu Indonesia. Makanya kemarin Pak Presiden menjadi pembicara utama di acara tersebut,” kata Erani saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Menurut Erani, sektor energi menjadi salah satu bidang yang ditawarkan Pemerintah Indonesia kepada calon investor Rusia. Kementerian ESDM membawa peluang investasi migas, khususnya melalui penawaran blok-blok migas yang saat ini tersedia untuk mengikuti proses lelang.
“Terutama kemarin, sektor energi terus. Dalam hal ini Kementerian ESDM menawarkan sekian puluh atau sekian ratus, lebih dari seratus blok migas kepada investor-investor dari Rusia jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang,” ujarnya.
Erani mengatakan pembahasan migas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda Kementerian ESDM dalam kunjungan tersebut. Namun, dia memilih menyerahkan penjelasan lebih detail hasil pembicaraan dan peluang kerja sama kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. “Kalau kita kan dari Kementerian ESDM pasti urusannya kan di situ ya, migas,” kata Erani.
Selain migas, isu energi lain, seperti pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) juga ditanyakan terkait peluang pembahasannya dengan pihak Rusia. Sebelumnya, perusahaan energi nuklir Rusia, Rosatom, memang telah beberapa kali dikaitkan dengan peluang kerja sama pengembangan energi nuklir di Indonesia.
Baca Juga
Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Kendati demikian, Erani mengaku tidak mengikuti secara langsung seluruh pembicaraan yang berlangsung dalam pertemuan internal tersebut. Untuk itu, ia belum dapat memastikan apakah pembahasan mengenai nuklir dan PLTN turut menjadi bagian dari agenda kunjungan.
Dengan posisi Indonesia sebagai tamu kehormatan EEF 2026, pemerintah melihat forum tersebut sebagai ruang untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan Rusia. Penawaran lebih dari 100 blok migas menjadi salah satu langkah Indonesia untuk menarik investasi Rusia sekaligus mendorong pengembangan potensi migas domestik melalui keterlibatan investor asing.
