Bidik Lonjakan Investasi, Pemerintah Tawarkan 10 Area Potensi Blok Migas Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pembukaan 10 area potensi blok minyak dan gas bumi (migas) baru yang telah selesai melalui tahap studi mendalam. Ini merupakan upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui eksplorasi dan mendorong peningkatan produksi migas.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan, 10 area ini merupakan bagian dari 110 area potensi yang telah dipetakan oleh Kementerian ESDM hingga Februari 2026 dan telah selesai dilakukan studi oleh Badan Geologi dan Lemigas sehingga memiliki kualias data yang lebih baik.
Baca Juga
Premi Asuransi Migas Susut Rp 100 Miliar pada 2025, tapi Bisnis Masih Menggiurkan
“Ada 10 area potensi blok migas baru yang telah selesai dilakukan studi oleh Badan Geologi dan Lemigas dibuka untuk calon investor. Studi tersebut merupakan bagian peran aktif pemerintah untuk meningkatkan kualitas data migas agar calon investor migas lebih tertarik utamanya dalam eksplorasi migas,” ujar Laode, dikutip Jumat (6/3/2026).
Pemerintah juga terus berkomitmen menciptakan iklim investasi hulu migas yang atraktif melalui berbagai kebijakan fiskal baru. Beberapa kemudahan yang ditawarkan, antara lain seperti fiscal terms yang semakin menarik dengan split kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hingga 50% (sebelumnya hanya 15-30%), fleksibilitas kontrak migas saat KKKS dipersilakan memilih jenis kontrak, baik cost recovery atau gross split, insentif hulu migas untuk optimalisasi produksi, dan pembebasan indirect tax pada masa eksplorasi.
“Pemerintah saat ini semakin terbuka dan aktif turun langsung dalam fasilitasi percepatan perizinan dan birokrasi lintas instansi. Pemerintah juga melakukan eksplorasi langsung dengan pembiayaan APBN (termasuk seismik), untuk mengurangi risiko eksplorasi dan mendorong investasi,” ucap Laode.
Laode menambahkan bahwa pihaknya mengundang para calon investor yang memiliki kapabilitas untuk menyampaikan minat melalui dua metode, yaitu penawaran langsung melalui studi bersama atau lelang reguler. Proposal penawaran langsung maupun lelang reguler untuk 10 area tersebut dapat disampaikan kepada Ditjen Migas mulai 1 April 2026 dan paling lambat 10 April 2026 secara lengkap dan benar.
Baca Juga
Di Balik Lonjakan Pengeboran, Bisnis Asuransi Migas Justru Makin Menguntungkan
“Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM, kami memberikan kemudahan dan membuka peluang kepada calon investor, perusahaan migas yang memiliki kapabilitas untuk melakukan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Indonesia,” jelas dia.
Berikut adalah 10 area potensi blok migas baru yang bakal dilelang Kementerian ESDM:
1. Rupat
2. Puri
3. Karapan Baru
4. Pesut Mahakam
5. Bengara II
6. Maratua II
7. South Matindok
8. Lao-Lao
9. Rombebai
10. Northern Papua/Jayapura.

