Harga Emas Naik 1,2%, Investor Tunggu Data Ketenagakerjaan AS
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas kembali menguat pada Kamis (3/9/2206) setelah dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) turun dari level tertingginya. Sementara investor menunggu data ketenagakerjaan yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 4.437,08 per ons dan harga emas berjangka AS juga menguat 1,6% menjadi US$ 4.483,30 per ons. Pergerakan tersebut terjadi setelah harga emas batangan sempat jatuh ke level terendah sejak 7 Agustus pada Rabu (2/9/2026).
Baca Juga
Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan pergerakan emas masih sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi pasar terhadap keputusan The Fed pada September.
“Dolar yang sedikit melemah, dan suku bunga AS yang sedikit lebih rendah membantu harga emas, arena The Fed saat ini tidak memberikan panduan ke depan, emas tetap sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi pasar untuk pertemuan bulan September,” kata Staunovo dikutip CNBC.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar memperkirakan sekitar 60% peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini. Ekspektasi tersebut meningkat setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada pekan sebelumnya memberikan sinyal bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga jika inflasi yang berada di atas target terus berlanjut.
Kebijakan suku bunga menjadi faktor penting bagi pasar emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga naik, aset berbasis dolar dan instrumen berpendapatan tetap cenderung menjadi lebih menarik dibandingkan emas. Sebaliknya, penurunan suku bunga dan pelemahan dolar AS dapat meningkatkan daya tarik emas bagi investor yang mencari aset lindung nilai serta diversifikasi portofolio.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Naik, Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi AS Melemah
Data Ketenagakerjaan Jadi Perhatian
Investor kini mengalihkan perhatian ke laporan non-farm payrolls AS yang dijadwalkan terbit pada Jumat (4/9/2026). Data tersebut menjadi salah satu indikator utama kondisi pasar tenaga kerja dan dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap keputusan The Fed. Sebelumnya, laporan ketenagakerjaan dari ADP pada Rabu menunjukkan jumlah tenaga kerja sektor swasta AS meningkat secara moderat pada Agustus.
Kepala Makro Global Tastylive Ilya Spivak mengatakan laporan ketenagakerjaan tersebut berpotensi menjadi penentu utama pergerakan pasar sepanjang pekan ini.
“Laporan penggajian kemungkinan akan menjadi momen paling menentukan minggu ini. Jika laporan pekerjaan meleset dari ekspektasi, dan spekulasi kenaikan suku bunga September menurun, itu bisa membuat harga emas naik,” kata Spivak.
