Harga Emas Naik 1% ke US$ 4.373 per Ons, Investor Tunggu Data AS
Poin Penting
|
NEW YORK, Investortrust.id - Harga emas dunia pulih dari level terendah hampir satu bulan pada Rabu (2/9/2026) setelah dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) mulai melemah. Sementara investor menanti data penggajian nonpertanian atau nonfarm payroll untuk membaca arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot naik 1,1% menjadi US$ 4.373,87 per ons. Harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 7 Agustus sebelum berbalik menguat dalam perdagangan tersebut. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga naik 0,6% menjadi US$ 4.423,90 per ons.
Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan penurunan imbal hasil obligasi Pemerintah AS membantu emas memantul dari tekanan yang terjadi dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Baca Juga
Bukan Cuma Soal Harga, Syailendra Bongkar “Dapur” Emas di Balik ETF
“Salah satu alasan mengapa harga emas mampu kembali naik di atas level yang tidak berubah adalah karena kita melihat sedikit penurunan imbal hasil obligasi hari ini, dan hal itu memungkinkan harga emas untuk memantul dari beberapa titik terendah baru-baru ini,” kata Meger dilansir CNBC.
Menurut dia, pergerakan sektor energi dan imbal hasil obligasi masih menjadi faktor penting yang akan diperhatikan pasar emas. “Jelas, kompleks energi dan imbal hasil tetap menjadi fokus utama pasar emas ke depannya,” ujarnya.
Pada saat yang sama, indeks dolar AS juga melemah dari level tertinggi hampir tiga minggu. Pelemahan dolar biasanya membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Data Tenaga Kerja Jadi Perhatian
Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang AS bukan terutama disebabkan oleh kekhawatiran terhadap inflasi. Menurut dia, pergerakan tersebut lebih mencerminkan kondisi perekonomian AS yang masih solid.
Perhatian investor kemudian beralih ke pasar tenaga kerja AS. Pertumbuhan penggajian sektor swasta pada Agustus berada di bawah ekspektasi pasar, berdasarkan data yang dirilis menjelang laporan nonfarm payroll. Namun, data tersebut belum banyak mengubah pergerakan emas karena pelaku pasar masih menunggu laporan tenaga kerja yang lebih luas.
“ADP tidak dapat diandalkan dan mungkin akan menentukan tren pasar non-farm, tetapi data non-farm adalah yang terpenting bagi pasar,” kata Kepala Analisis Pasar StoneX Rhona O’Connell.
Perhatian terhadap emas juga terlihat dari langkah bank sentral di Eropa. Bank sentral Belanda telah memindahkan 86 metrik ton cadangan emas dari New York dan Ottawa ke London dalam enam bulan terakhir. Pemindahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemudahan perdagangan emas sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi kondisi krisis.
Baca Juga
London merupakan salah satu pusat perdagangan emas terbesar di dunia sehingga penyimpanan cadangan di wilayah tersebut dapat memberikan akses yang lebih mudah terhadap pasar emas global.
Harga perak spot naik 1,6% menjadi US$ 65,2858 per ons. Platinum menguat 1,8% menjadi US$ 1.771,52 per ons, sedangkan paladium naik 2,4% menjadi US$ 1.342,50 per ons.
