Gelar Rakor 4 Bidang, Kadin Tegaskan Jaga Rantai Pasok Daerah
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar rapat koordinasi (rakor) yang membahas empat bidang, yakni perekonomian, pangan, pengembangan ekspor, serta infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya N Bakrie menyatakan, pembahasan empat bidang tersebut menjadi satu kesatuan dalam menjaga rantai pasok, khususnya di daerah.
Baca Juga
Kadin Dorong Digitalisasi dan Sinergi Antarasosiasi Lewat 'Business Matching'
"Memang pangan itu menjadi primadona, swasembada pangan. Yang pertama kali di dalam Kadin itu ada WKUK Pangan juga. Ada Pak Jayabaya di sini. Tadi kita fokus dari segala macam bidang," kata Anindya saat ditemui di sela-sela Rapat Koordinasi Kadin bertajuk Memperkuat Daya Saing Nasional, Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8% di Grand Hyatt Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Anindya turut menyampaikan, selain bidang pangan, Kadin juga membahas perekonomian secara umum, infrastruktur dan pembangunan wilayah, hingga akselerasi ekspor.
"Pertama tentunya secara umum perekonomian. Tapi juga ada WKUK yang fokus pada bidang infrastruktur dan pembangunan wilayah. Dan juga sampai kepada akselerasi daripada ekspor. Nah itu semua satu-kesatuan di dalam rantai pasok," ujarnya.
Menurut Anindya, anggota Kadin tidak hanya berada di tingkat pusat, tetapi juga banyak berasal dari daerah. Hal tersebut menjadi bagian dari peran Kadin dalam menjaga rantai pasok di daerah. "Bagaimana anggota Kadin yang bukan saja di pusat, bahkan lebih banyak --kalau dari pangan-- ekonominya di daerah," tambahnya.
Anindya menggarisbawahi, pihaknya juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk naik kelas melalui pengembangan ekosistem usaha.
"Lebih banyak juga yang UMKM, bisa naik kelas, seperti Pak Franky (WKUK Kadin Bidang Ekonomi) pernah temukan itu closed loop system. Ujungnya supaya ekonomi tumbuh tapi inflasi terjaga, lapangan kerja juga tercipta. Dan tentunya semua bisa naik kelas," jelasnya.
Terkait kondisi El Nino dan bencana di sejumlah daerah, Anindya mengatakan, Kadin terus berkoordinasi dengan Kadin daerah, termasuk dalam membantu penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Sumatera.
"Itu selalu kita lakukan. Baik dari sisi bagaimana membantu meringankan bencana di NTT, Kalimantan, Sumatera. Tapi yang penting juga yang menjaga yang paling penting yang tadi rantai pasoknya tidak terganggu," imbuhnya.
Baca Juga
Kadin Dorong Digitalisasi dan Sinergi Antarasosiasi Lewat 'Business Matching'
Anindya menegaskan, gangguan terhadap rantai pasok dapat berdampak terhadap inflasi dan perekonomian. "Karena kalau rantai pasok terganggu, inflasi tinggi, perekonomian pasti goyah," terangnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menuturkan, pemerintah meminta dukungan Kadin selaku mitra kerja dalam membangun Asta Cita Swasembada Pangan.
"Pemerintah sangat sekali minta dukungan dari Kadin di dalam membangun swasembada pangan kita," kata Hanif.
Hanif menilai, kolaborasi pemerintah dan Kadin dibutuhkan untuk membangun sejumlah komoditas pangan, mulai dari tebu atau gula, susu, garam, bawang merah, bawang putih, hingga kedelai.
Pemerintah juga berharap Rakor Kadin kali ini mampu menghasilkan rumusan yang dapat diimplementasikan, termasuk dalam penyederhanaan regulasi dan pemberian kepastian usaha.
