Sektor Manufaktur Masih Terjebak Proses Manual, Kadin dan Monitor ERP Dorong Digitalisasi Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti pentingnya efisiensi operasional bagi para pelaku usaha di tengah tingginya ketergantungan sektor manufaktur pada proses kerja manual. Hal tersebut menjadi salah satu poin utama dalam acara Industrial Leaders Forum & Business Matching yang digelar di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (3/9/2026)
Country Director Monitor ERP, Lingeshwaran Nathan, mengungkapkan bahwa kendala utama yang sering dihadapi perusahaan Indonesia saat mengintegrasikan sistem digital ke dalam proses bisnis adalah ketergantungan pada pekerjaan manual. Kondisi ini dinilai rentan memicu kesalahan serta menghambat daya saing industri di pasar global.
"Kebanyakan industri masih menggunakan manual work. Sebab manual work akan menjadi lebih susah dan memberikan lebih banyak isu berdasarkan kesalahan-kesalahan. Kita harus mengurangi kesalahan tersebut dan beralih ke digitalisasi supaya ada *process flow* atau alur kerja yang bagus, sehingga menjadikan industri lebih kompetitif," ujar Lingeshwaran kepada awak meda.
Guna mengatasi hambatan tersebut, Lingeshwaran menekankan pentingnya tahap implementasi sistem yang tepat. Pihaknya berencana membagikan praktik manufaktur terbaik kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta manufaktur domestik demi meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Transformasi Teknologi, UMKM, dan Digitalisasi, Teguh Anantawirakrama, menegaskan komitmen Kadin untuk memberdayakan para pengusaha. Kadin berencana memperluas forum edukasi dan pengenalan layanan digital seperti ini ke pengurus Kadin di daerah-daerah.
Baca Juga
Eks Menkeu Akui Merosotnya Kontribusi Manufaktur ke Pertumbuhan Ekonomi
"Kita akan lakukan hal yang serupa tidak hanya dengan anggota luar biasa (asosiasi), tetapi juga dengan Kadin-Kadin daerah. Ini dilakukan agar kita bisa memberikan pengetahuan yang sama bahwa ada layanan pendukung yang dapat membantu mereka dalam menjalankan usahanya," jelas Teguh.
Di sisi lain, Ketua Komite Tetap Anggota Luar Biasa dan Himpunan Kadin Indonesia, Ricad Efendi Siregar, menambahkan bahwa forum ini dirancang untuk mempertemukan antar-asosiasi bisnis agar terbentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Fokus awal kolaborasi ini adalah penyedia teknologi digital, yang nantinya akan diperluas ke sektor manufaktur serta ekspor-impor.
Melalui kolaborasi antar-asosiasi ini, Kadin optimistis dapat menciptakan potensi pasar baru di dalam negeri tanpa harus selalu bergantung pada pasar mancanegara. Agenda business matching ini rencananya bakal digelar secara rutin setiap bulan sebagai wadah interaksi berkelanjutan bagi para pelaku industri.
