Perkosmi Proyeksikan Potensi Industri Kosmetik Indonesia Capai US$ 10 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Industri kosmetik atau beauty and personal care di Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso mengungkapkan bahwa nilai pasar kosmetik nasional diperkirakan telah menyentuh angka US$ 10 miliar, merujuk pada data Statista.
"Kalau kita bicara dengan industri kosmetik, pasar dari kosmetik atau beauty and personal care itu menurut Statista tahun lalu sekitar US$ 9,74 miliar, dan tahun ini barangkali sudah menyentuh US$ 10 miliar. Lagi-lagi sesuai dengan Statista," ujar Sancoyo dalam acara diskusi bertajuk “Membangun Industri Kosmetik Indonesia yang Tepercaya, Berdaya Saing, dan Siap Menghadapi Masa Depan" di Rumah Wijaya, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sancoyo menjelaskan, cakupan produk kosmetik tergolong sangat luas karena sediaan farmasi ini digunakan oleh seluruh kelompok usia dan gender, mulai dari bayi baru lahir hingga produk perawatan untuk jenazah. Menurut Sancoyo, pertumbuhan nilai pasar tersebut sejalan dengan melonjaknya jumlah pelaku usaha di dalam negeri.
Catatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan terdapat 1.034 industri manufaktur kosmetik di Indonesia. Selain itu, terdapat lebih dari 1.900 Badan Usaha Pemilik Notifikasi yang menjalankan bisnis dengan sistem maklon, serta sekitar 1.500 distributor dan importir. Secara keseluruhan, total pelaku usaha di sektor ini hampir mendekati angka 5.000.
"Jadi badan usaha pemilik notifikasi ini adalah pelaku usaha yang tidak mempunyai industri, tetapi dia mempunyai merek dan dia istilahnya maklon ke perusahaan manufacturing pabrik. Nah itu. Belum lagi distributor dan importir yang jumlahnya sekitar 1.500-an. Jadi jumlahnya itu hampir 5.000," ungkap Sancoyo.
Baca Juga
Perkosmi Tegaskan Pentingnya Kesiapan Regulasi Jelang Kewajiban Halal Kosmetik Mulai 18 Oktober 2026
Lebih lanjut, Sancoyo menyebut, tingginya aktivitas industri ini juga tercermin dari jumlah nomor izin edar yang diterbitkan oleh BPOM. Kosmetik menjadi kategori produk dengan izin edar terbanyak dibandingkan obat, makanan, minuman, maupun suplemen kesehatan.
Hingga saat ini, tercatat ada 368.718 nomor izin edar aktif. Tren penerbitan izin edar baru pun terus meningkat signifikan, dari sekitar 76.000 pada tahun 2023 menjadi 116.000 pada tahun 2025.
Sancoyo membeberkan bahwa satu nomor izin edar dapat mencakup 4 hingga 10 stock keeping unit (SKU) atau varian kemasan. Jika dirata-rata setiap izin edar memiliki enam SKU, maka terdapat jutaan jenis produk kosmetik yang beredar di pasar. Riset Euro Monitor mencatat jutaan produk tersebut dipasarkan melalui hampir 4 juta retailer di seluruh Indonesia, menjadikan kosmetik sebagai salah satu kategori dalam sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) dengan pertumbuhan yang sangat positif.
Menjelang usianya yang ke-50 pada 15 Juni mendatang sejak didirikan pada tahun 1977, Perkosmi berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan industri ini. Sancoyo menegaskan bahwa Perkosmi berfokus menjadi wadah bagi pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Langkah ini dilakukan guna memastikan produk kosmetik yang beredar di masyarakat selalu aman, bermutu, bermanfaat, serta memiliki daya saing yang tinggi.
"Visinya adalah bagaimana Perkosmi ini bisa menjadi wadah pelaku bisnis kosmetik bersama-sama dengan seluruh pemangku kepentingan kosmetik itu bisa mewujudkan iklim usaha yang kondusif sehingga pada akhirnya kita bisa memberikan produk-produk kosmetik yang aman, bermutu, bermanfaat dan berkhasiat, dan berdaya saing. Dan itu itu kami upayakan dalam berbagai cara dan upaya bersama seluruh pemangku kepentingan dan industri," tutur Sancoyo.
