Cegah Ekspor Mandek, Menteri Maman Minta Pengusaha UMKM Amankan Pasar Dalam Negeri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya para pelaku UMKM untuk memperkuat fundamental usaha dan menguasai pasar domestik sebelum memutuskan untuk berekspansi ke pasar internasional. Jangan sampai UMKM melakukan ekspor hanya sekali kemudian mandek dan tidak berlanjut.
Ia menekankan bahwa ekspor memang merupakan peluang besar untuk meningkatkan skala usaha, tetapi melangkah ke pasar global tanpa kesiapan di dalam negeri berisiko membuat keberlanjutan bisnis terganggu.
"Boleh kita support teman-teman untuk ekspor, 100% kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut," kata Maman dalam acara Kopdar Ekspor di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (1/9/2026) dikutip dari siaran pers.
Maman menilai pasar dalam negeri berfungsi sebagai wadah bagi UMKM untuk menguji kualitas produk, membangun kapasitas produksi, memperkuat manajemen keuangan, serta memahami kebutuhan konsumen. Pasar domestik juga menjadi 'benteng pertahanan' agar pasar nasional tidak mudah dikuasai oleh produk impor.
"Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik," tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian UMKM menghadirkan sistem layanan terintegrasi bernama SAPA UMKM. Layanan ini dirancang untuk mempermudah pelaku usaha di berbagai daerah dalam mengakses verifikasi usaha, legalitas, sertifikasi, pembiayaan, hingga pemasaran digital tanpa harus berkonsultasi ke Jakarta.
Baca Juga
Manfaatkan AI untuk Dongkrak Ekspor UMKM, Kadin Gandeng Singapore Business Federation
Di sisi lain, perpanjangan tangan Kementerian UMKM, SMESCO, turut memetakan kesiapan ekspor para pelaku usaha. Direktur Utama SMESCO Doddy Akhmadsyah Matondang mengungkapkan, dari sekitar 100 ribu data UMKM yang terdaftar, terdapat 267 UMKM yang telah teridentifikasi siap melantai di pasar ekspor.
Selain itu, SMESCO telah menghubungi 1.083 UMKM secara langsung dan mendapati 551 di antaranya berpotensi untuk terus dikembangkan. Doddy menyebut tantangan utama UMKM saat ini masih berkisar pada masalah perizinan, pembiayaan, dan strategi pemasaran.
"Kami berkomitmen menyediakan end-to-end services bagi UMKM, mulai dari akses pemasaran, pembiayaan hingga perizinan, sehingga semakin banyak UMKM Indonesia yang siap dan mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan," tutur Doddy.
Keterangan Foto:
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat menghadiri acara Kopdar Ekspor di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Dok/Kementerian UMKM
