Luhut Sebut Pemanfaatan AI Bisa Hemat Belanja Pengadaan Pemerintah 20-30%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan penerapan kecerdasan buatan (AI) pada sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah (e-katalog) berpotensi menghemat anggaran belanja hingga 20 sampai 30%.
Luhut menjelaskan dengan memangkas interaksi tatap muka dan menyerahkan analisis data belanja kepada teknologi AI, pemerintah dapat mengeliminasi potensi kejanggalan harga (harga anomali) yang kerap membebani APBN.
"Melalui e-katalog yang terintegrasi, kita dapat menghemat sekitar 20 hingga 30 persen dari anggaran belanja ini," ujar Luhut pada acara Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga
LKPP: e-Katalog Versi 6 Tingkatkan Proses Transaksi Pengadaan Pemerintah
Penggunaan AI dalam pengadaan barang dan jasa LKPP tersebut merupakan bagian dari skema besar digitalisasi tata kelola pemerintahan (GovTech) yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini juga ditargetkan mampu mendorong penggunaan produk lokal dan menumbuhkan industri dalam negeri.
Selain di sektor pengadaan barang dan jasa, sistem terintegrasi berbasis AI ini juga diterapkan pada penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk meningkatkan akurasi penerima serta pembuatan presidential dashboard untuk pemantauan data secara real-time.
Luhut menambahkan percepatan integrasi data antar-daerah melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) ini dijadwalkan akan diluncurkan secara nasional (national roll-out) pada Oktober hingga November mendatang.
"Pemerintahan digital dan pusat inovasi finansial berhubungan erat dengan kota. Jakarta sangat penting bagi Indonesia, dan dengan ekosistem ini, saya yakin investor akan makin percaya untuk menanamkan modalnya di sini," kata Luhut.
Turut hadir dalam pembukaan acara JIF Summit 2026 adalah CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
