Danantara Siapkan Gedung Danareksa Jadi Kantor PFII Jakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkap pemerintah telah memilih lokasi yang akan menjadi kantor dari Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta. Lokasi tersebut adalah Gedung Danareksa yang berada di wilayah Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Rosan menjelaskan, saat ini proses pembenahan infrastruktur fisik di lokasi tersebut tengah berjalan agar operasional PFII dapat segera terealisasi.
"Jadi lokasinya sekarang itu Gedung Danareksa, di situ sedang kita rapikan agar bisa benar-benar jalan," ujar Rosan ditemui usai menghadiri acara Jakarta Investment Festival 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Selain kesiapan fasilitas teknis, Rosan menambahkan pemerintah juga sedang mematangkan struktur kepemimpinan dan manajemen yang akan mengelola kawasan finansial tersebut. Tim manajerial PFII dipastikan diisi oleh figur-figur berprestasi dengan rekam jejak yang teruji.
Penyusunan tim eksekutif berkaliber internasional ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun reputasi dan kredibilitas PFII di mata para pelaku pasar keuangan global.
"Dari pemerintah juga sedang menyiapkan pimpinannya. Timnya sedang dibentuk sesuai dengan track record kredibilitas yang baik, yang proven, sehingga bisa membawa kepercayaan atau trust, confidence kepada investor-investor ke depan," kata Rosan.
Baca Juga
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengumumkan lokasi Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Dua lokasi yang akan menjadi lokasi PFII yaitu Jakarta dan Bali.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam pidato pengantar RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Untuk awalnya, Jakarta dan Bali harus menjadi tempat modal dunia dihimpun dan masa depan Indonesia dibiayai,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, PFII akan menjadi wajah baru Jakarta dan Bali sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, dan penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia.
“Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia, talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia,” katanya.
