KAI Tingkatkan Fasilitas Stasiun Cikampek Seiring Perpanjangan Lintas Cikarang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya, PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) telah merampungkan pekerjaan peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Cikampek, Jawa Barat, melalui peninggian Peron 2 dan Peron 5 serta penambahan atap overcapping. Pekerjaan tersebut dilaksanakan sejak 17 Januari 2025 hingga 12 Maret 2026.
Peningkatan fasilitas dilakukan untuk mendukung kenyamanan, keamanan, dan kemudahan akses pelanggan dalam menggunakan layanan kereta api yang direncakanan akan tersambung dengan commuterline lintas Cikarang.
“Peningkatan Peron 2 dan Peron 5 serta penambahan atap overcapping di Stasiun Cikampek menjadi bagian dari komitmen KAI Properti dalam menghadirkan fasilitas perkeretaapian yang semakin mendukung kenyamanan dan kemudahan akses pelanggan. Melalui peningkatan fasilitas ini, kami berharap pengalaman perjalanan masyarakat dapat semakin baik,” kata Manager of Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika dalam keterangannya, dikutip Rabu (26/8/2026).
Baca Juga
Menhub Bidik Jalur Kereta Dwi Ganda Bekasi-Cikarang Dibangun 2027, Rampung 2029
Stasiun Cikampek merupakan salah satu stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal.
Berdasarkan data KAI, sepanjang Januari-Agustus 2026, Stasiun Cikampek melayani 261.848 pelanggan. Jumlah tersebut terdiri dari 128.240 pelanggan keberangkatan dan 133.608 pelanggan kedatangan.
Dalam pekerjaan tersebut, kata Bram, KAI Properti meningkatkan fasilitas Peron 2 dan Peron 5 dengan total panjang area pekerjaan mencapai 507,5 meter.
Peron 2 yang sebelumnya merupakan peron rendah dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter (cm) dari kepala rel ditingkatkan menjadi peron tinggi dengan ketinggian sekitar 1 meter dari kepala rel. Peron tersebut memiliki panjang 239,5 meter.
Sementara itu, Peron 5 yang sebelumnya merupakan peron sedang dengan ketinggian sekitar 43 cm dari kepala rel ditingkatkan menjadi peron tinggi dengan ketinggian sekitar 1 meter dari kepala rel sepanjang 268 meter.
Selain peninggian peron, KAI Properti menambahkan atap overcapping pada Peron 2 dan Peron 5. Pada Peron 2, atap overcapping dibangun sepanjang 62 meter di sisi barat dan 74 meter di sisi timur.
Pada Peron 5, atap overcapping dibangun sepanjang 68 meter di sisi barat dan 92 meter di sisi timur.
Sementara itu, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mendorong transformasi layanan transportasi yang dikelola badan usaha milik negara (BUMN), termasuk sektor perkeretaapian.
Dony meminta transformasi layanan transportasi tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan.
“Transformasi ini kan dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya finansial-finansial saja yang dibanggakan,” kata Dony, dikutip dari akun Instagram BP BUMN, Kamis (20/8/2026).
Khusus sektor perkeretaapian, Dony meminta perkembangan sejumlah proyek dipantau secara berkala. Salah satunya proyek elektrifikasi jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak.
“Monitor di antaranya program kita elektrifikasi Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, Jakarta-Merak. Ini sudah harus dilakukan monitor progresnya sampai mana,” tegas Dony.
Selain elektrifikasi, Dony juga menegaskan, progres pembangunan palang pintu perlintasan sebidang kereta api turut diperbarui. Ia juga menyoroti transformasi stasiun kereta api yang menjadi bagian dari program transportasi BUMN.
“Kereta Api ini lakonnya juga transformasi daripada stasiun kereta api, ini kan masuk dalam program kita transformasi stasiun ini. Nah ini juga dicek progresnya sudah sampai mana dan lain sebagainya,” lugasnya.
Baca Juga
KRL Baru dari Inka Molor, KAI Commuter Ungkap Ada Denda dan Penalti
Dony mengatakan, sektor perkeretaapian memiliki dampak besar karena melayani angkutan penumpang dan logistik. Ia menyebut jumlah penumpang moda kereta mencapai lebih dari 1,5 juta orang per hari.
“Yang orang ini, ini jumlah penumpangnya satu hari itu sudah 1,5 juta lebih, jadi impact-nya signifikan. Maka kaji ya dari sisi safety-nya, keselamatannya, kemudian konektivitasnya,” tuturnya.
Dony turut menilai, model bisnis dan harga layanan kereta api, termasuk tarif kereta listrik yang saat ini sekitar Rp 5.000, turut dikaji. Ia menargetkan elektrifikasi jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak dapat diselesaikan sebelum 2029.
“Itu akan menciptakan kota-kota baru agar mengurangi urbanisasi, mengurangi polusi,” katanya.
