Pertamina Sanga Sanga Terapkan 'Hydraulic Fracturing' di 16 Sumur Migas Kalimantan
Poin Penting
|
BALIKPAPAN, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia di Zona 9, terus mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi melalui teknologi hydraulic fracturing di Lapangan Mutiara dan Pamaguan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). Program yang berlangsung sejak 2023 hingga 2026 tersebut telah diterapkan pada 16 sumur dan menghasilkan tambahan produksi minyak hingga 500 barel per hari.
General Manager Zona 9 yang membawahi PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) Dadang Soewargono mengatakan penerapan hydraulic fracturing menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memanfaatkan inovasi dan teknologi untuk menahan penurunan produksi.
Baca Juga
Pertamina Layani Pengisian 92.901 Liter Avtur Pesawat Jumbo A380 Emirates
“Kami percaya bahwa penerapan inovasi dan teknologi memainkan peranan penting dalam menjaga keberlanjutan produksi migas sejalan dengan visi dan misi perusahaan, serta komitmen PT Pertamina Hulu Energi dan PT Pertamina (Persero) untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional,” ujar Dadang dikutip Jumat (14/8/2026).
Hydraulic fracturing merupakan metode stimulasi sumur dengan memompa cairan bertekanan tinggi untuk membuat rekahan pada batuan reservoir. Rekahan tersebut membuka jalur aliran sehingga minyak dan gas dapat mengalir lebih mudah menuju sumur produksi.
Menurut Dadang, hydraulic fracturing telah banyak digunakan dalam industri migas, terutama untuk membantu meningkatkan aliran minyak dan gas dari reservoir yang memiliki sifat fisik batuan kurang baik.
“Melalui penerapan metode hydraulic fracturing yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing reservoir, perusahaan berhasil meningkatkan produktivitas sejumlah sumur sekaligus memperkuat upaya menjaga keberlanjutan produksi. Capaian ini menunjukkan komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi dan penerapan teknologi dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dadang.
PHSS pertama kali menerapkan hydraulic fracturing di Lapangan Mutiara dan Pamaguan pada 2023. Program tersebut kemudian berlanjut hingga 2026 dengan total 16 sumur yang telah mendapatkan stimulasi.
Baca Juga
Pertamina Patra Niaga Rampungkan Docking 12 Kapal hingga Juli 2026
Dari rangkaian pekerjaan tersebut, PHSS mencatat peningkatan produktivitas pada sejumlah sumur. Tambahan produksi minyak berada pada kisaran 100-500 barel minyak per hari atau BOPD, sedangkan produksi gas meningkat sekitar 0,1-0,4 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD.
Program tersebut juga diproyeksikan memberikan tambahan estimated ultimate recovery (EUR), yakni perkiraan total cadangan yang dapat diproduksikan dari suatu sumur selama masa produksinya, hingga 1,3 juta barel minyak dan 300.000 kaki kubik gas.
PHSS merupakan salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang beroperasi di Zona 9.

