Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Rp 2,69 Juta, Investor Tunggu Data Inflasi AS
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (11/8/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,690 juta atau stagnan dari Senin (11/8/2026) Rp 2,690 juta per gram setelah investor mempertahankan momentum beli menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,511 juta atau stagnan dari sebelumnya Rp 2,511 juta setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan penurunan tak terduga pada jumlah pekerjaan nonpertanian.
Pergerakan emas Antam di tengah emas global yang menguat pada Senin (10/8/2026) dan bertahan dekat level tertinggi tujuh minggu. Harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 4.356,79 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik 0,4% menjadi US$ 4.416 per ons.
Penguatan emas terjadi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan penurunan tak terduga pada jumlah pekerjaan nonpertanian. Kondisi tersebut mendorong pasar menyesuaikan kembali ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Baca Juga
ETF Emas Resmi Hadir di BEI, 5 Manajer Investasi Jadi Penerbit
Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada data Consumer Price Index atau CPI AS yang dijadwalkan terbit pada Rabu (12/8/2026), disusul Producer Price Index (PPI) pada Kamis (13/8/2026). CPI mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen, sedangkan PPI mengukur perubahan harga di tingkat produsen.
Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan inflasi konsumen AS pada Juli 2026 mencapai 3,4% secara tahunan, turun dari 3,5% pada Juni.
Data inflasi menjadi penting karena arah suku bunga The Fed memiliki pengaruh langsung terhadap daya tarik emas. Emas tidak memberikan imbal hasil seperti bunga obligasi atau deposito, sehingga aset tersebut cenderung kurang menarik ketika suku bunga berada pada level tinggi. Sebaliknya, ekspektasi penurunan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik emas karena biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah.
Pasar juga memperhitungkan kemungkinan perubahan kebijakan The Fed setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan. Menurut perangkat CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 50% pada September dan 81% pada Desember.
Selain kebijakan moneter AS, permintaan dari China menjadi salah satu penopang harga emas. Bank sentral China meningkatkan pembelian emas pada Juli dan menambahkan emas batangan dalam jumlah terbesar sejak Oktober 2023. Pembelian tersebut menjadi yang kelima secara berturut-turut dan menunjukkan peningkatan kembali akumulasi emas oleh bank sentral China.
Baca Juga
Airlangga: ETF Emas Perkuat Kedalaman Pasar Keuangan, Indonesia Berpeluang Salip India
Pergerakan emas juga berlangsung di tengah perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Iran mengatakan hampir mencapai kesepakatan akhir dengan Oman mengenai jalur pelayaran baru di antara kedua negara melalui Selat Hormuz.
Namun, Iran tetap menyatakan Amerika Serikat perlu memenuhi sejumlah persyaratan sebelum jalur strategis tersebut dibuka kembali. Perkembangan tersebut membuat pasar tetap memperhatikan risiko gangguan perdagangan dan dampaknya terhadap harga energi serta inflasi global.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,395 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,690 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,320 juta
- Emas 3 gram: Rp 7,955 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,225 juta
- Emas 10 gram: Rp 26,395 juta
- Emas 25 gram: Rp 65,862 juta
- Emas 50 gram: Rp 131,645 juta
- Emas 100 gram: Rp 263,212 juta
- Emas 250 gram: Rp 657,765 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,315,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,630,600 miliar.

