Pertamina Dorong Kemandirian Energi Desa Lewat 'Local Hero'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina menghadirkan akses energi bersih sekaligus solusi kebutuhan dasar dan penggerak ekonomi di sejumlah desa. Salah satunya melalui peran local hero yang memastikan pembangkit energi terbarukan tetap beroperasi.
Kisah datang dari Kampung Posa, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Warga yang sebelumnya bergantung pada air hujan dan Sungai Klasafet kini mendapat akses air bersih melalui sistem solar water treatment yang ditopang pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 3,3 kilowatt peak atau kWp.
Alfredo Nicholas Saputra Kolin, warga Kampung Posa yang menjadi local hero program DEB Pertamina mengatakan, keberadaan PLTS membuat pengelolaan air bersih bergantung pada keberlanjutan operasional pembangkit. "Kalau listrik dari PLTS berhenti, air bersih juga ikut berhenti. Karena itu saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik," ujar Alfredo dikutip Jumat (7/8/2026).
Baca Juga
Keruk Laba US$ 79,6 Juta, Produksi Listrik Pertamina Geothermal (PGEO) Meroket 13,62%
Setiap hari Alfredo memeriksa kondisi PLTS untuk memastikan sistem tetap bekerja optimal. Sebelumnya, warga Kampung Posa harus menampung air hujan ketika musim penghujan atau mengambil air dari sungai yang lokasinya cukup jauh dari permukiman. Ketika curah hujan turun, persediaan air cepat berkurang. Air sungai juga tidak selalu dapat digunakan karena kualitasnya kerap keruh.
Pemanfaatan energi terbarukan juga memberikan dampak ekonomi di Desa Tumpak, Lombok Tengah. Kelompok Masyarakat Tani Hutan Bina Lestari sebelumnya menghadapi keterbatasan energi untuk mengembangkan produksi Virgin Coconut Oil atau VCO.
Keterbatasan pasokan listrik membuat mesin produksi VCO hanya dapat beroperasi secara terbatas. Kondisi tersebut membatasi kemampuan kelompok dalam mengolah hasil hutan menjadi produk bernilai ekonomi.
Setelah mendapatkan PLTS berkapasitas 6,6 kWp melalui DEB, kondisi operasional kelompok mulai berubah. Burhanudin dipercaya menjadi pengelola sekaligus penjaga operasional pembangkit tersebut. "Sekarang produksi bisa berjalan lebih lancar. Listrik dari PLTS membuat kami lebih percaya diri mengembangkan usaha," ujar Burhanudin.
Energi dari PLTS digunakan untuk mengoperasikan mesin produksi VCO berkapasitas 5.500 watt. Pemanfaatan energi tersebut membantu meningkatkan produktivitas kelompok sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat.
PT Pertamina (Persero) tidak hanya membangun infrastruktur energi bersih melalui program DEB, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat yang mengelolanya. Program DEB telah menjangkau 262 desa di Indonesia. Pertamina memberikan edukasi, pelatihan, dan sertifikasi kompetensi kepada para local hero yang bertanggung jawab terhadap operasional fasilitas energi di daerah masing-masing.
Hingga 2026, sebanyak 128 local hero telah memperoleh sertifikasi. Pertamina kembali memfasilitasi sertifikasi bagi 21 local hero pada 5-7 Agustus 2026 di Balkondes Wringin Putih, Borobudur, Magelang, yang juga menjadi salah satu lokasi DEB.
Selama pelatihan, peserta mempelajari regulasi ketenagalistrikan, metodologi sertifikasi kompetensi, serta pengoperasian dan pemeliharaan PLTS. Peserta yang dinyatakan kompeten memperoleh Sertifikat Junior Operator PLTS yang diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi atau PPSDM KEBTKE Kementerian ESDM.
Local Hero Jadi Penggerak
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Persero Muhammad Baron mengatakan keberlanjutan energi bersih tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk mengoperasikan dan merawat fasilitas tersebut.
"Keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh hadirnya infrastruktur, tetapi juga oleh masyarakat yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya. Karena itu, Pertamina terus memperkuat kapasitas para local hero agar manfaat Desa Energi Berdikari dapat terus menggerakkan kehidupan masyarakat dan perekonomian desa," ujar Baron.
Baca Juga
Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Jadi yang Pertama di Dunia Raih GTLC Bintang 2
Menurut Baron, local hero menjadi mitra strategis Pertamina untuk memastikan program energi bersih dapat terus memberikan manfaat setelah infrastruktur dibangun.
Hingga 2026, Program Desa Energi Berdikari telah menciptakan nilai ekonomi Rp5,65 miliar per tahun. Program tersebut juga menghasilkan kapasitas energi terbarukan sebesar 1.302.700 watt peak atau Wp melalui pemanfaatan tenaga surya, mikrohidro, dan pembangkit hibrida surya-angin.
Selain energi listrik, program tersebut telah menghasilkan 959.302 meter kubik biogas dan metana serta memberikan manfaat kepada 283.841 jiwa. Penerima manfaat tersebut termasuk 62 penyandang disabilitas yang memperoleh manfaat melalui peningkatan akses energi, penguatan ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat.

