Harga Emas Naik Tembus Level Tertinggi 7 Minggu, Ini Pemicunya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas naik ke level tertinggi tujuh minggu pada Kamis (6/8/2026), memperpanjang penguatan untuk sesi keempat berturut-turut setelah harapan pembukaan kembali Selat Hormuz meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan suku bunga tinggi dalam waktu lama.
Harga emas naik 0,6% menjadi US$ 4.271,33 per ons pada pukul 08.43 GMT. Harga logam mulia tersebut sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 18 Juni. Pada Rabu, emas mencatat kenaikan harian terbesar sejak Februari dengan menyentuh US$ 4.267,24 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat naik 0,6% menjadi US$ 4.330,20 per ons.
“Harga emas berupaya mempertahankan kenaikannya baru-baru ini di tengah meningkatnya optimisme seputar Selat Hormuz. Harapan akan terobosan diplomatik yang memulihkan aliran minyak meredakan kekhawatiran inflasi dan mengurangi taruhan pengetatan kebijakan moneter yang agresif dari The Fed,” kata Analis pasar senior Tradu.com milik Jefferies Nikos Tzabouras.
Baca Juga
Harapan tersebut muncul setelah terdapat usulan kesepakatan antara Iran dan Oman untuk membantu mengakhiri perang selama lima bulan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Berdasarkan keterangan sumber senior Iran dan 2 pejabat regional kepada Reuters, kesepakatan tersebut akan memberikan Teheran kendali atas kapal-kapal yang memasuki Teluk melalui Selat Hormuz.
Perkembangan diplomatik tersebut turut mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Probabilitas kenaikan suku bunga AS pada September turun menjadi 55% dari 67% hanya 2 hari sebelumnya.
Sementara Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly mengatakan dirinya “sepenuhnya mendukung” keputusan pekan sebelumnya untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil. Bank sentral masih membutuhkan lebih banyak data untuk menentukan respons yang tepat terhadap inflasi yang berada jauh di atas target 2%.
Perhatian investor kemudian beralih ke data ketenagakerjaan nonpertanian Amerika Serikat untuk Juli yang dijadwalkan terbit pada Jumat. Data tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pasar dalam menilai kondisi ekonomi dan arah kebijakan The Fed.
Sebelumnya, laporan ketenagakerjaan nasional ADP menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta Amerika Serikat melambat pada Juli. Data tersebut menjadi salah satu sinyal bahwa kondisi pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum.
Baca Juga
Tzabouras mengatakan harga emas masih menghadapi risiko tekanan baru meskipun telah menguat dalam beberapa sesi terakhir. Ketidakpastian mengenai inflasi, suku bunga, dan risiko geopolitik masih menjadi faktor yang dapat mengubah arah harga.
“Harga emas tetap rentan terhadap tekanan baru dan titik terendah baru di tahun 2026. Dengan tekanan harga yang terus berlanjut yang membuat para penentang kenaikan suku bunga tetap aktif dan risiko geopolitik berada dalam keseimbangan yang rapuh, setiap kemunduran diplomatik dapat dengan cepat menghidupkan kembali dinamika penurunan tersebut,” kata Tzabouras.

