James Riady Dorong Kerja Sama antar-Perusahaan Keluarga di ASEAN
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – James Riady mendorong kerja sama antarperusahaan keluarga (family business) di negara-negara ASEAN, sebagai fondasi baru dalam mempererat hubungan ekonomi di kawasan.
Menurut Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tersebut, masa depan kerja sama ASEAN tidak cukup hanya dapat dibangun melalui hubungan antarpemerintah (government to government/GtoG) maupun antarperusahaan (company to company/CoC), tetapi juga melalui kolaborasi antarkeluarga pengusaha (family to family/FtoF).
“Pagi ini saya telah menyampaikan kepada Perdana Menteri Thailand dan para pemimpin, mungkin ini juga saatnya bagi Kadin Indonesia dan Thailand membina hubungan antarkeluarga (FtoF) tersebut,” ujar James saat Forum Bisnis Indonesia-Thailand di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Ide itu muncul saat James mengingat peran Bank Bangkok yang telah banyak membantu membangun kewirausahaan ASEAN selama beberapa dekade. Dia mengatakan, selama lebih dari 40 tahun telah mengenal keluarga Chin Sophonpanich hingga generasi ketiga yakni Chartsiri Sophonpanich, CEO Bangkok Bank.
Lembaga jasa keuangan tersebut tidak hanya membiayai bisnis, tetapi juga percaya pada para pengusaha, termasuk dengan cara mengakuisisi PT Bank Permata Tbk sehingga banyak kelompok usaha Indonesia tumbuh bersama dukungan Bangkok Bank.
“Kami selalu mengingatnya. Kemitraan jangka panjang semacam itu layak mendapat pengakuan,” imbuhnya.
Dia mengatakan usaha keluarga masih menjadi tulang punggung ekonomi Asia. Menurutnya, banyak kelompok usaha keluarga di ASEAN yang telah memiliki jaringan bisnis di berbagai negara.
“Jadi ketika mereka berkumpul, biasanya bisnis pun terjadi. Ketika keluarga-keluarga bisnis yang terpercaya mulai bekerja sama lintas batas, investasi akan mengalir secara alami,” tandasnya.
Baca Juga
Kadin Optimistis Nilai Perdagangan Indonesia-Thailand Dapat Meningkat Sekitar 70% pada 2030
James juga menyoroti interaksi hangat yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada pertemuan kenegaraan sehari sebelumnya sebagai modal strategis yang melebihi diplomasi formal.
Dia memandang, cara seperti menikmati kebersamaan keluarga, berbicara dengan hangat, tertawa bersama, berbagi musik dan persahabatan menggambarkan karakter Asia yang mengedepankan relasi dibanding transaksi.
Pentingnya Kepercayaan
“Kepercayaan lebih penting daripada investasi, dan persahabatan lebih penting daripada kemitraan. Ketika kedua pemimpin kita benar-benar menikmati bekerja sama, bisnis menjadi jauh lebih mudah,” sambungnya.
Oleh karena itu, James meyakini bahwa hari ini kedua pihak memiliki kesempatan menerjemahkan niat baik politik tersebut menjadi kerja sama ekonomi.
James menilai Indonesia dan Thailand memiliki kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Thailand telah membangun daya saing di sektor pertanian, pengolahan pangan, pariwisata, otomotif, logistik hingga ekonomi digital. Sementara, Indonesia menawarkan pasar domestik yang besar, sumber daya alam melimpah, hilirisasi industri yang berkembang pesat, serta bonus demografi.
Ia menegaskan kedua negara tidak cukup hanya menjadi good neighbours, tetapi harus berkembang menjadi great partners yang bersama-sama membentuk masa depan ASEAN.
“Masa depan ASEAN tidak akan dibangun melalui persaingan di antara kita sendiri, tetapi melalui integrasi yang lebih dalam, investasi bersama, inovasi bersama, dan kepercayaan jangka panjang. Semoga forum hari ini menjadi langkah penting menuju perjalanan tersebut,” pungkasnya.
