James Riady Optimistis Kadin Bisa Tarik Gelombang Investor Jumbo ke RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai hubungan diplomasi dan internasional Indonesia dengan berbagai kekuatan besar dunia berada dalam kondisi yang sangat baik meski di tengah dinamika ekonomi global yang bergejolak serta tantangan nilai tukar rupiah. Jaringan kerja sama yang kuat ini menjadi modal strategis untuk menarik lebih banyak investasi asing ke tanah air dalam 12 bulan ke depan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, usai memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (19/10).
"Kita berada di situasi global saat ini memang sangat-sangat bergejolak dan kita ditantang untuk bagaimana meresponning secara tepat, secara efektif namun tadi saya katakan itu berbeda dengan situasi bahwa Indonesia berhubungan sangat baik dalam hubungan internasional dan hubungan diplomasi dengan dunia pada saat ini dan juga dengan blok-blok dengan negara-negara besar," ujar James.
Bos Lippo Group itu mengungkapkan, hubungan bilateral yang harmonis dengan berbagai negara besar—khususnya Amerika Serikat dan Tiongkok—telah mendongkrak minat investasi global di sektor teknologi ke level yang memecahkan rekor.
Menurutnya, posisi Indonesia di mata investor global kini telah bergeser. Indonesia tidak lagi sekadar dipandang sebagai pasar konsumen kecerdasan buatan (AI), melainkan telah merambah ke sektor hulu yang membutuhkan gelontoran modal raksasa, khususnya untuk pembangunan pusat data dan pusat komputasi.
"Nyatanya pada saat ini investasi teknologi dari seluruh dunia khususnya Amerika, Cina ingin masuk ke Indonesia itu di level yang rekord khususnya pada saat mereka ingin masuk karena Indonesia bukan saja pasar consumer AI tapi sedang istilahnya bukan hilirisasi ke bawah tapi upstream jadi ini investasinya besar sekali, bukan saja data center tapi khususnya adalah computing center," jelas James.
Baca Juga
Kadin: Hubungan Internasional Indonesia Tetap Kuat dengan Blok Dunia Besar di Tengah Gejolak Global
Selain sektor teknologi digital, aliran penanaman modal untuk proyek-proyek berskala besar (big ticket items) dari Tiongkok dan negara lainnya juga menunjukkan tren yang sangat menjanjikan.
James mencontohkan peresmian proyek strategis di Weda Bay oleh Presiden RI beberapa waktu lalu. Langkah tersebut dinilai mampu membuka peluang emas untuk mendatangkan tambahan investasi senilai US$ 10 miliar hingga US$ 20 miliar dari Tiongkok.
Dengan skala pasar yang besar, Indonesia menjadi salah satu destinasi utama bagi ekspansi korporasi multinasional global di tengah pergeseran rantai pasok dunia. Kendati demikian, Kadin tetap memandang berbagai tantangan ekonomi dengan realistis tanpa menutup mata terhadap potensi luar biasa yang sedang berjalan.
"Jadi ini adalah suatu alami akan terjadi jadi kita jangan cuma melihat masalah-masalah kita tidak buta dengan tantangan-tantangan namun kita juga melihat potensinya itu luar biasa dan yang sedang berjalan juga cukup baik," ungkap James.
