Ditanya James Riady Soal Dampak MSCI ke Rupiah, Gubernur BI: Itu Jangka Pendek
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Koordinator bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia James T. Riady mengajukan pertanyaan soal efek pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) ke perekonomian domestik pada Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
“Tadi pagi, Pak Hashim menceritakan kekhawatiran yang riil atas MSCI, bursa kita, kemungkinan outflow, (pelemahan) rupiah, dan sebagainya. Tapi di lain sisi, Pak Rosan menceritakan menceritakan betapa solidnya investasi jangka panjang di Indonesia. Bagaimana Ibu bisa merekonsiliasi antara dua realita ini?” tanya James, saat Rapimnas Kadin Indonesia 2026, di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Destry pun menjawab bahwa dampak kejut dari pengumuman MSCI itu hanya memberi efek dalam jangka pendek.
“Kalau saya melihatnya ini jangka pendek Pak,” jawab Destry.
Destry menjelaskan, pernyataan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani tentang investasi yang masih solid sebenarnya merupakan pandangan jangka panjang. Pandangan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, kata Destry, memperhitungan Indonesia sebagai negara yang kaya dengan sumber daya alam.
Terkait wacana yang diumumkan oleh MSCI, menurut Destry publik perlu juga untuk mempertimbangkan sisi positifnya. Dalam arti, wacana yang disampaikan oleh MSCI merupakan bagian dari perbaikan transparansi dan tata kelola pasar modal di Tanah Air. .
Baca Juga
Gubernur BI: Penilaian MSCI Hambat Minat Investor Asing ke Indonesia
“Cuma kan memang, mungkin mereka maunya cepat, sementara buat kita susah untuk secepat itu,” jelas Destry.
Meski demikian, Destry melihat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan banyak transformasi yang mengarah pada perbaikan. Dengan transformasi itu, pasar akan kembali melihat potensi yang ada di Indonesia, termasuk pasar modalnya.
“Jadi saya sih yakin dengan apa yang disampaikan Pak Rosan, karena memang berapa kali bertemu dengan para investor, pendapat mereka selalu sama,” kata dia.
Destry yakin dalam jangka panjang Indonesia masih memiliki peluang bertumbuh. Sebab, menurut Destry, Presiden Prabowo Subianto punya visi yang sangat jelas untuk menggunakan sumber daya alam demi kemakmuran.
“Kalau MSCI, kita melihatnya jangka pendek, yang memang ada shock di situ, dan kita berharap, tentu kalau isu-isu yang menjadi concern itu sudah di-address, tentunya dia (investor asing) akan berbalik lagi,” kata dia.
