Freeport Berharap Ada Relaksasi Ekspor Konsentrat Setelah Mei 2024, Pengusaha Usulkan Ini
JAKARTA, investortrust.id - PT Freeport Indonesia berharap pemerintah merelaksasi larangan ekspor konsentrat setelah Mei 2024. Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo) pun memberikan tanggapan.
Ketua Umum Aspebindo, Anggawira mengatakan soal kendala di lapangan bisa ditanyakan langsung ke Freeport. Meski demikian, dia menyebut memang perlu ada sedikit fleksibilitas namun tetap dalam koridor aturan yang sudah disepakati.
"Mungkn ada teman dari Freeport bisa ditanyakan kendala di lapangan apa. Saya lihat perlu ada sedikit fleksibel tapi aturan-aturan yang sudah disepakati perlu ada kesepahaman sehingga tidak menyebabkan ada kecemburuan," katanya di sela forum Indonesia Mineral and Energy Conference yang digelar Aspebindo (Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batu Bara Indonesia) di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (19/12/2023).
Baca Juga
Freeport Dukung Relaksasi Aturan Perpanjangan IUPK, Investasi Tambang Bawah Tanah Butuh 12-15 Tahun
Angga menjelaskan pihaknya mendukung proses yang dilakukan pemerintah dalam komitmen hilirisasi. Namun dia juga melihat pelaku industri tambang seperti Freeport sudah menunjukkan secara objektif langkah-langkah komitmen hilirisasi.
"Kita harus realistis juga karena kan kadang-kadang namanya proses pembangunan pabrik ada delay. Itu kan hal-hal yang memang manusiawi dan faktual sehingga perlu dicek detail," jelasnya.
Dia menilai pemerintah berperan penting agar sesama pelaku industri di sektor tambang tidak merasa diadu dengan keputusan yang nantinya diambil. Menurutnya, pemerintah perlu menilai apakah keputusan yang nanti diambil apakah sudah sesuai dengan roadmap.
Baca Juga
Freeport: Cadangan Mineral Tambang Grasberg Jauh Lebihi Usia IUPK 2041
"Silakan pemerintah yang bisa menilai, kami mendukung hal-hal yang dilakukan selama memang sesuai roadmap. Karena namanya mineral satu sama lainnya kan berbeda, gak bisa dipukul rata," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas berharap ada relaksasi ekspor konsentrat setelah Mei 2024. Hal itu karena Smelter Manyar di Gresik baru bisa beroperasi penuh pada Desember 2024.
"Mulai 10 Juni 2023 ada aturan konsentrat tak bisa diekspor. Kami sempat berhenti 44 hari sebelum akhirnya pemerintah menerbitkan relaksasi yang boleh ekspor sampai Mei 2024. Padahal smelter terbaru kami baru beroperasi penuh pada Desember 2024," ucap Tony Wenas dalam forum Year End Gathering di Jakarta, Senin (18/12/2023).

