PHR Sumbang Sepertiga Produksi Minyak Nasional, Hasilkan Hampir 200 Ribu Barel per Hari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus memperkuat perannya sebagai salah satu tulang punggung produksi migas nasional. Hingga saat ini, produksi minyak PHR Regional 1 Sumatera mencapai hampir 200 ribu barel minyak per hari (barrel oil per day/BOPD) atau sekitar 33% dari total produksi minyak nasional.
Direktur Utama PHR Muhammad Arifin mengatakan wilayah operasi PHR Regional 1 Sumatera terbagi ke dalam tiga zona utama yang membentang dari Aceh hingga Sumatera Selatan. Zona pertama mencakup lapangan-lapangan migas di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.
Sementara Zona Rokan mencakup wilayah kerja di Provinsi Riau yang sebelumnya dikelola Chevron sebelum dialihkan kepada Pertamina. Adapun Zona 4 berpusat di Prabumulih, Sumatera Selatan. Seluruh wilayah tersebut dikelola melalui sekitar 30 entitas perusahaan yang berada di bawah PHR Regional 1 Sumatera.
"Alhamdulillah kalau kita bicara kinerja di seluruh Sumatera Regional 1 Sumatera itu produksi kita minyaknya hampir 200 ribu ya, 199 poin sekian ribu barrel oil per day (BOPD) dan ini cukup signifikan begitu ya sekitar 33% dari produksi nasional begitu ya dan kalau ada gangguan sedikit ya seperti saat ini itu langsung terasa nge-hit gitu," kata Arifin dalam acara Media Gathering PHR, Kamis (30/7/2026).
Selain minyak, PHR juga memproduksi gas bumi sekitar 700 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang menjadi salah satu penopang kebutuhan energi di Pulau Sumatera. Arifin mengatakan pasokan gas dari PHR bahkan turut mendukung kebutuhan di Pulau Jawa melalui jaringan pipa yang telah terhubung, terutama untuk membantu memenuhi pasokan di Jawa Barat.
Baca Juga
PHR Temukan Sumur Berpotensi Produksi 2.035 BOPD di Blok Rokan
"Produksi gas kami juga alhamdulillah cukup banyak ya 700-an mmscfd gitu dan ini juga menjadi urat nadi perekonomian di seluruh Sumatera. Bahkan sebagian gas dari kami itu ada juga yang dialirkan ke sekitar Pulau Jawa, karena di Jawa Barat sedikit lack of supply gas. Nah kebetulan pipanya sudah tersambung," sebut Arifin.
Leboh lanjut, dia menegaskan besarnya kontribusi produksi minyak dan gas tersebut menjadikan PHR sebagai salah satu penggerak utama sektor energi nasional sekaligus pendorong aktivitas ekonomi di Sumatera.
"Jadi kalau kita bicara Sumatera, kalau kita bicara PHR, sebegitu pentingnya buat bangsa dan negara ini menjadi penggerak perekonomian masyarakat," tutur Arifin.
Baca Juga
