Elnusa (ELSA) Selesaikan Survei Seismik 3D Selat Makassar Lebih Cepat dari Target
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, menyelesaikan Survei Seismik Offshore 3D Kandawulo di perairan Selat Makassar, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, 20 hari lebih cepat dari target. Hal tersebut memperkuat upaya eksplorasi hulu migas sekaligus mendukung ketahanan energi nasional melalui penyediaan data bawah permukaan.
Perseroan menuntaskan akuisisi data seismik pada area seluas 2.500 kilometer persegi dalam 56 hari, lebih cepat dibanding target awal selama 76 hari. Selama pelaksanaan proyek, Elnusa juga membukukan 99.120 jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja.
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk Andri Haribowo mengatakan survei seismik merupakan tahapan penting dalam rantai nilai industri hulu migas karena menjadi dasar pengambilan keputusan eksplorasi.
Baca Juga
Teknologi 'Dual Completion Elnusa (ELSA) Topang Produksi PHR Zona 4 Naik Jadi 480 BOPD
"Penyelesaian akuisisi data 20 hari lebih cepat dari target dengan tetap membukukan 99.120 jam kerja aman menunjukkan bahwa produktivitas, kualitas pekerjaan, dan keselamatan operasi dapat berjalan beriringan melalui penerapan standar operasional yang disiplin," kata dia dikutip Rabu (29/7/2026).
Capaian ini mencerminkan kompetensi operasional Elnusa dalam menghadirkan layanan geosains yang andal melalui dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan budaya HSSE yang kuat. "Ke depan, kami akan terus memperkuat kapabilitas geosains dan inovasi layanan guna mendukung peningkatan aktivitas eksplorasi migas serta ketahanan energi Indonesia yang berkelanjutan," ujar Andri.
Sebagai perusahaan jasa energi nasional, Elnusa berperan menyediakan data geosains yang menjadi fondasi dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi. Selain itu, perseroan melanjutkan tahap pemrosesan data menggunakan metode pre-stack time migration, yakni teknologi pemrosesan citra bawah permukaan untuk menghasilkan gambaran struktur geologi yang lebih akurat. Proses tersebut diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan setelah akuisisi data selesai.
Kapabilitas tersebut memperkuat posisi Elnusa sebagai penyedia layanan geosains terintegrasi yang mampu menghadirkan solusi menyeluruh, mulai dari pengambilan hingga pengolahan data eksplorasi migas.
Sinergi dengan pemerintah dan masyarakat
Dalam menjalankan Survei Seismik Offshore 3D Kandawulo, Elnusa menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) atau standar keselamatan, keamanan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan pada setiap tahapan operasi. Disiplin operasional tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung penyelesaian proyek lebih cepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
Andri menambahkan keberhasilan proyek juga ditopang kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Mamuju, TNI, Polri, Kesyahbandaran, hingga instansi terkait lainnya. Sinergi tersebut memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar dan sesuai ketentuan.
Baca Juga
Laba Elnusa (ELSA) Melesat 29%, Begini Target Semester II-2026
Selain itu, perseroan membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat pesisir, terutama nelayan di Kabupaten Mamuju. Melalui sosialisasi mengenai tahapan survei, wilayah operasi, dan mekanisme pelaksanaan, Elnusa berupaya menjaga aktivitas eksplorasi tetap berjalan selaras dengan kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Dengan pengalaman lebih dari lima dekade di industri jasa energi, Elnusa telah mengembangkan kapabilitas di bidang geosains, survei seismik darat dan laut, pengeboran, hingga berbagai layanan oilfield services atau jasa pendukung operasi lapangan migas.
