Bagikan

Elnusa (ELSA) Selesaikan Proyek Seismik 3D OBN Zulu North di Perairan Kepulauan Seribu

Poin Penting

Elnusa menyelesaikan survei seismik 3D OBN seluas 70,6 kilometer persegi di ONWJ.
Proyek rampung dengan zero Lost Time Injury di tengah cuaca ekstrem dan area padat platform.
Seluruh pekerjaan melibatkan 100% tenaga kerja nasional dan sembilan kapal Indonesia.

JAKARTA, Investortrust.id - PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, menyelesaikan proyek Survei Seismik 3D Ocean Bottom Nodes (OBN) Zulu North pada akhir Januari 2026 di perairan Kepulauan Seribu untuk Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java dengan capaian zero lost time injury (LTJ) dan kualitas data optimal di tengah cuaca ekstrem serta kompleksitas tinggi. Hal ini memperkuat dukungan terhadap eksplorasi migas nasional.

Proyek tersebut dikerjakan untuk Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang berada di bawah Subholding Upstream PT Pertamina (Persero). Survei mencakup luasan 70,6 km² dan difokuskan pada akuisisi data bawah permukaan laut guna mendukung kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan migas.

Party Chief Elnusa Fahzul MH Siregar mengatakan, survei seismik offshore 3D merupakan metode pengambilan data geologi bawah laut untuk menghasilkan gambaran struktur tiga dimensi. "Data tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan potensi cadangan dan strategi pengembangan lapangan secara lebih presisi dan berkelanjutan," kata dia dikutip Kamis (26/2/2026).

Baca Juga

Catat Kinerja Solid 2025, Elnusa (ELSA) Siap Genjot Produksi Migas Nasional

Dalam proyek ini, Elnusa mengimplementasikan teknologi Ocean Bottom Nodes, yaitu perangkat penerima gelombang seismik yang ditempatkan di dasar laut secara presisi. Teknologi ini dinilai efektif untuk wilayah dengan infrastruktur padat, seperti platform produksi dan jaringan pipa bawah laut karena mampu menjaga kualitas dan cakupan data tetap optimal.

Operasi dilakukan di area dengan 10 platform produksi yang berdekatan. Kondisi tersebut menuntut perencanaan matang, eksekusi detail, serta pengawasan ketat terhadap aspek keselamatan dan keamanan. Pekerjaan dimulai pada akhir Desember 2025 dan rampung sesuai target pada akhir Januari 2026.

Ilustrasi kapal Elnusa. Dok Elnusa.

Dia mengatakan, tantangan utama proyek berasal dari banyaknya hambatan fisik di area survei. “Tantangan terbesar dari operasi ini adalah banyaknya obstacle, seperti platform, pipa bawah laut, bangkai kapal, dan lainnya yang berada di area survei. Namun, melalui kerja sama tim yang solid, kami berhasil menyelesaikan operasi ini dengan aman dan selamat,” kata Fahzul.

Direktur Operasi Elnusa Andri Haribowo menilai keberhasilan tersebut mencerminkan kapabilitas perseroan dalam menangani proyek lepas pantai berisiko tinggi. Capaian ini menjadi fondasi untuk memperluas peluang kerja serupa di masa depan. “Keberhasilan pelaksanaan Survei Seismik 3D OBN Zulu North ini merupakan bukti nyata kapabilitas operasional Elnusa dalam menangani proyek offshore dengan tingkat kompleksitas tinggi,” ujar Andri.

Seluruh pekerjaan dilaksanakan oleh 100% tenaga kerja nasional dengan dukungan sembilan kapal berbendera Indonesia yang beroperasi simultan. Koordinasi armada dan manajemen program dilakukan secara presisi untuk memastikan efisiensi dan keselamatan tetap terjaga.

Baca Juga

Elnusa (ELSA) Andalkan Teknologi dan Efisiensi Hadapi Volatilitas Harga Minyak dan Transisi Energi

Selama operasi, tim menghadapi kecepatan angin hingga 30 knots dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter. Meski demikian, Elnusa tetap memprioritaskan aspek keselamatan kerja dan berhasil mencatatkan zero lost time injury, atau nihil kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja.

Field Supervisor Pertamina Hulu Energi Permana Citra Adi mengapresiasi kinerja tim di lapangan. “Seluruh program dilaksanakan dengan baik dan aman meskipun terdapat berbagai tantangan keselamatan di area survei. Kami puas dengan kualitas data seismik yang diperoleh,” ujarnya.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024