Hasil Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Disebut Mampu Jaga Persaingan Operator Tetap Sehat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi menilai, hasil lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz telah menjaga keseimbangan persaingan industri telekomunikasi. Menurutnya, ketiga operator nasional (Telkomsel, Indosat dan XLSmart) sama-sama memperoleh tambahan spektrum sehingga tidak ada pihak yang tertinggal dalam pengembangan layanan.
Heru menyebut distribusi spektrum yang lebih merata menjadi modal penting bagi operator untuk memperkuat jaringan 4G dan mempercepat implementasi 5G. Kondisi ini pun dinilai dapat menciptakan kompetisi yang lebih sehat di industri.
"Menurut saya, hasil ini cukup baik karena menjaga keseimbangan kompetisi. Ketiga operator memperoleh tambahan spektrum sehingga tidak ada yang tertinggal secara signifikan dalam pengembangan 4G maupun 5G," kata Heru kepada Investortrust.id, Senin (27/7/2026).
Di sisi lain, lanjut Heru, pemerintah turut memperoleh manfaat dari sisi penerimaan negara melalui proses lelang yang berlangsung secara kompetitif. Namun, keberhasilan kebijakan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari besarnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Baca Juga
Frekuensi 3,5 GHz Jadi "Spektrum Emas" 5G, ATSI Dorong Kemenkomdigi Kebut Proses Lelang
"Pemerintah juga memperoleh PNBP dari proses yang kompetitif. Namun, keberhasilan lelang tidak boleh hanya diukur dari besarnya penerimaan negara," ujarnya.
Pengamat teknologi itu menegaskan, yang lebih penting adalah seberapa cepat operator memanfaatkan spektrum yang diperoleh. Pemanfaatan tersebut harus diwujudkan melalui pembangunan jaringan, peningkatan kualitas layanan, dan percepatan transformasi digital nasional.
"Keberhasilan lelang harus diukur dari seberapa cepat spektrum tersebut dimanfaatkan untuk membangun jaringan, meningkatkan kualitas layanan, dan mempercepat transformasi digital nasional," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memproyeksikan hasil lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dapat menghasilkan PNBP sekitar Rp 6 triliun pada tahap awal. Total penerimaan negara dari pengelolaan spektrum tersebut diperkirakan mencapai Rp 30 triliun dalam 10 tahun.
Selain memberikan kontribusi bagi penerimaan negara, operator pemenang lelang juga diwajibkan memenuhi komitmen pembangunan jaringan. Kewajiban tersebut mencakup perluasan layanan 4G di 538 desa dan kelurahan serta percepatan implementasi jaringan 5G di Indonesia.
