Lelang Frekuensi 700 MHz dan 26 GHz, Pemerintah Siapkan Insentif bagi Operator Seluler
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 26 GHz akan diiringi dengan pemberian insentif ke operator seluler di Tanah Air.
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo Usman Kansong, operator seluler kemungkinan berpikir berulang kali untuk mengikuti lelang tersebut, apabila tak disertai dengan insentif. Sebab, industri telekomunikasi seluler boleh dikatakan sudah mendekati titik jenuhnya.
Baca Juga
Kemenkominfo Ungkap Lelang Frekuensi 700 MHz dan 26 GHz Diundur hingga Akhir Tahun
“Artinya operator seluler kita ini pendapatannya sudah pada puncaknya. Sehingga mereka memerlukan insentif ketika ingin berinvestasi. Nah, itulah yang kita bicarakan agar jangan sampai lelang kita lakukan tetapi industri tidak siap,” katanya di Gedung Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (26/7/2024).
Usman menyebutkan, industri telekomunikasi seluler di Indonesia hampir mencapai titik jenuh lantaran jumlah pengguna ponsel sudah mencapai 350 juta atau melampaui jumlah penduduk Indonesia. Jadi, bisa dikatakan jika semua penduduk Indonesia sudah menggunakan layanan dari operator seluler.
Dengan demikian, ruang bagi operator seluler untuk mengembangkan usahanya nyaris tidak ada. Ditambah lagi dengan adanya persaingan dengan layanan telekomunikasi berbasis jaringan tetap (fixed broadband) dan satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO) yang membuat mereka makin berdarah-darah.
Baca Juga
Insentif Belum Jelas Jadi Alasan Pemerintah Tunda Lelang Frekuensi 700 MHz dan 26 GHz
“Nah, di sisi lain juga yang kedua pelanggannya itu bisa dikatakan sudah sampai ke langit, masih ada celah enggak sih pasarnya. Itu juga yang menjadi pertimbangan kita,” ujar Usman.
Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemenkominfo Ismail mengatakan lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz mundur dari rencana sebelumnya pada Juni-Juli 2024.
“Itu para operator (seluler) mengajukan minta mundur. Mereka minta jangan cepat-cepat (dari) surat yang kami terima. Pak Menteri belum memutuskan waktunya,” katanya ketika ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Jumat (5/7/2024).
Ismail menyebut pihaknya mengupayakan agar lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz tetap digelar tahun ini. Dia juga memastikan bahwa lelang tersebut tidak akan terpengaruh oleh pergantian pemerintahan pada Oktober 2024 mendatang. “Kita usahkan tahun ini. Enggak ada urusan dengan pemerintahan, ini teknis,” tegasnya.

