Menkes: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berkontribusi Kurangi Emisi Karbon
JAKARTA, Investortrust — Kereta cepat Jakarta-Bandung ikut berkontribusi dalam upaya mengurangi emisi karbon. Sebagai kereta pertama di Indonesia yang menggunakan energi listrik, kehadiran kereta cepat ini membantu menjaga udara bersih.
“Sebagai Menkes, saya sangat senang karena kehadiran kereta api cepat ini mengurangi ISPA (infeksi saluran pernapasan akut -Red),” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Sadikin di Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Sabtu (02/09/2023). Menkes bergabung dengan rombongan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan para pemimpin redaksi yang menjajal keandalan KCJB. Dijadwalkan, KCJB diresmikan Presiden Jokowi, 1 Oktober 2023.
Baca Juga
Saat saya pertama bekerja di Jakarta, demikian Menkes, dirinya harus bolak-bolak ke Bandung untuk mengunjungi pacar yang bermukim di ibukota Jawa Barat itu. “Waktu itu, perjalanan Jakarta-Bandung memakan waktu tiga-empat jam. Dengan kereta cepat, perjalanan menjadi lebih efisien,” ungkap Menkes.
“Akan sangat baik jika semua transportasi menggunakan energi listrik, tidak lagi energi fosil agar kita lebih sehat,” kata Budi Sadikin. “Saya bersedia ikut di perjalanan dengan kereta cepat ini untuk mendukung energi bersih,” tambahnya.
Baca Juga
KCJB merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Jalur sepanjang 142,3 km, Jakarta-Bandung ditempuh dalam waktu kurangi dari satu jam. Kecepatan maksimal KCJB adalah 350-385 km per jam. Pada uji-coba, Sabtu (-2/09/2023), perjalanan dari Halim-Padalarang sepanjang 98 km ditempuh dalam 25 menit dengan kecepatan 300 km-350 km per jam.
Pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung selanjang 142,3 km sudah mencapai 100%. Jalur kereta modern ini terbentang dari Stasiun Halim ,Jakarta Timur hingga Stasiun Tegalluar, Bandung bagian timur.
