Ekraf Sumbang 11,8% Ekspor Nonmigas, Menekraf Kebut Tiga Program Unggulan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mengebut implementasi tiga program unggulan, yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub, dan Creative by Indonesia demi menggenjot kontribusi sektor ekonomi kreatif (ekraf) yang hingga kuartal I-2026 menyumbang 11,8% terhadap ekspor nonmigas dengan realisasi investasi Rp 61,33 triliun.
Menurut Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, percepatan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Jakarta, Senin (20/7/2026). Presiden menegaskan pembangunan ekonomi harus berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
“Percepatan tiga program unggulan dilakukan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru nasional. Kami memastikan ekonomi kreatif tumbuh dan manfaatnya dirasakan langsung masyarakat sebagai the new engine of growth,” kata Riefky dalam keterangan resmi, Selasa (21/7/2026).
Baca Juga
Gandeng Musisi Korea ILHOON, Kemenekraf Dorong Kolaborasi Global untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif
Kemenekraf mencatat sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor ekonomi kreatif hingga Maret 2026 menyumbang 11,8% terhadap total ekspor nonmigas nasional.
Nilai ekspor nonmigas pada Januari–Maret 2026 naik 0,98% menjadi US$63,60 miliar secara tahunan (yoy). Khusus Maret 2026, ekspor nonmigas turun 2,52% menjadi US$21,25 miliar. Adapun ekspor nonmigas Januari–Mei 2026 mencapai US$110,19 miliar, naik 3,89% (yoy). Sedangkan ekspor nonmigas Mei 2026 mencapai US$22,45 miliar, turun 4,50% (yoy).
Teuku Riefky Harsya mengungkapkan, di sisi investasi, sektor ekonomi kreatif berhasil menarik realisasi investasi sebesar Rp 61,33 triliun. Capaian tersebut memperkuat kontribusi sektor ini terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga
Riefky menegaskan, keberhasilan ekonomi kreatif tidak diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Terpenting adalah dampak nyata bagi pelaku usaha kreatif dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami akan menjaga fokus program pada kesejahteraan rakyat, memperkuat sinergi, dan memastikan setiap langkah berorientasi pada dampak,” ujar Politisi Partai Demokrat itu.
Kemenekraf berharap penguatan tiga program unggulan tersebut dapat mempercepat hilirisasi produk kreatif, memperluas pasar ekspor, serta meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia di pasar global.
