10 Sektor Ini Sumbang 66,30% Pangsa Ekspor Nonmigas Nasional, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id – Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Didi Sumedi mengungkapkan, ada 10 sektor yang menyumbang sekitar 66,3% terhadap total ekspor nonmigas nasional hingga November 2023.
“Ini memang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap struktur ekspor nasional kita, karena top 10 ini menyumbang 66,3% pangsa ekspor Indonesia sepanjang Januari-November 2023,” ujar Didi dalam seminar virtual, Jumat (29/12/2023).
Baca Juga
Negara-Negara Ini Bisa Jadi Pasar Ekspor Potensial bagi Indonesia
Menurut Didi Sumedi, dari 10 penyumbang terbesar ekspor nonmigas itu, sektor bahan bakar mineral berkontribusi paling besar dengan pangsa 17,89%, diikuti sektor lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 11,91%, dan sektor besi baja yang mengontribusi 11%.
Didi Sumedi berharap ke depan, para eksportir nasional bisa terus mengembangkan pasarnya dan tidak hanya berfokus pada pasar yang ada (pasar ekspor tradisional).
Baca Juga
“Mudah-mudahan ke depan ini bisa dikembangkan dari sisi pasar tidak hanya yang selama ini mungkin hanya mengandalkan pasar China, tapi juga bergerak ke pasar-pasar nontradisional atau pasar prospektif,” papar dia.
Berikut rincian 10 sektor penyumbang terbesar ekspor nonmigas nasional:
1. Bahan bakar mineral: 17,89%.
2. Lemak dan minyak hewan/nabati: 11,91%.
3. Besi dan baja: 11,00%.
4. Mesin dan perlengkapan elektrik: 5,97%.
5. Kendaraan dan bagiannya: 4,65%.
6. Bijih, terak, dan abu logam: 3,42%.
7. Logam mulia, perhiasan/permata: 2,99%.
8. Alas kaki: 2,67%.
9. Nikel dan barang daripadanya: 2,84%.
10. Mesin dan peralatan mekanis: 2,62%.

