BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Sumut Mulai Normal, Antrean SPBU Terurai
Poin Penting
|
MEDAN, Investortrust.id – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Utara mulai kembali normal setelah PT Pertamina Patra Niaga, subholding komersial dan perdagangan PT Pertamina (Persero), meningkatkan kapasitas penyaluran hingga 120%–125% dari kondisi normal. Langkah tersebut mulai mengurai antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama di Kota Medan dan sekitarnya, sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan sekitar 35% kapasitas armada mobil tangki beserta awaknya. Perusahaan juga mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.
Baca Juga
Bantah Isu Transporter Enggan Salurkan BBM, Pertamina Pastikan Distribusi Energi di Sumut Normal
Dalam peninjauan di Fuel Terminal Medan Group pada Jumat (17/7/2026), Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan stok BBM di Sumatra Utara berada dalam kondisi aman. Pasokan juga semakin kuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.
"Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini," ujar Wahyudi dikutip Senin (20/7/2026).
Menurut Wahyudi, peningkatan suplai hingga 120%–125% merupakan langkah percepatan yang dilakukan untuk mengembalikan pelayanan SPBU ke kondisi normal. "Ini menambah peningkatan suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125%. Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112% menjadi 120-125%. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat," tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat sore (17/7/2026), antrean di sebagian besar SPBU Kota Medan telah jauh berkurang. "Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini kondisi pada pukul 17.45 WIB. Kita akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara agar kembali normal," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan realisasi penyaluran Solar di wilayah Sumatra hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran Pertalite di Sumatera Utara sehingga persoalan yang terjadi bukan berasal dari keterbatasan kuota yang telah ditetapkan pemerintah. "Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan," jelas Fathul.
Ia menilai evaluasi perlu difokuskan pada sistem distribusi, termasuk penerapan early warning system atau sistem peringatan dini untuk mendeteksi potensi gangguan lebih cepat. Selain itu, pemantauan seluruh armada distribusi secara real time juga dinilai penting agar pergerakan mobil tangki dapat diawasi hingga tiba di SPBU.
"Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system. Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," tuturnya.
Fathul menambahkan, penguatan sistem distribusi menjadi kunci agar kualitas pelayanan publik tetap terjaga dan masyarakat memperoleh layanan distribusi BBM secara optimal.
Penyaluran Lebih dari 6.000 KL per Hari
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi mengatakan seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan kondusif dan terus dioptimalkan selama 24 jam.
Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan volume tersebut dilakukan untuk memperkuat stok di tingkat SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal. "Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi," ujar Sunardi.
Selain memperkuat distribusi dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama BPH Migas juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Kota Medan. Hasil pemantauan menunjukkan penyaluran Solar dan Pertalite berlangsung lancar dengan stok yang terus dijaga melalui pengisian secara berkelanjutan.
Baca Juga
Perkuat Distribusi BBM di Sumut, Elnusa Petrofin Tambah Armada Jadi 176 Unit
Perbaikan kondisi distribusi mulai dirasakan masyarakat. Samsuri, pengemudi ojek daring berusia 60 tahun di Kota Medan, mengaku antrean pengisian BBM kini jauh lebih singkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya. "Kepada masyarakat, beberapa hari yang lalu saya mengimbau agar bersabar karena ada kendala. Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung," ungkapnya.
Pengalaman serupa disampaikan Hasbi, pengemudi truk berusia 23 tahun, yang merasakan waktu tunggu pengisian BBM kini jauh lebih cepat. "Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumatera Utara sekarang sudah lancar," katanya.
Kegiatan peninjauan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan dan Fuel Terminal Manager Medan Group Pertamina Patra Niaga Teddy Manuputty.
