Antrean Ketapang–Gilimanuk Mulai Terurai, ASDP Operasikan 33 Kapal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan, antrean kendaraan di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mulai berangsur terurai setelah dilakukan percepatan layanan kapal sejak akhir pekan menuju Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 serta Hari Raya Idulfitri 1447 Hjiriah.
Berdasarkan laporan operasional ASDP Cabang Ketapang – Posko Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 19.00 Wita, sebanyak 33 kapal beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Hal ini dilakukan perseroan bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pihak kepolisian guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan serta mempercepat pergerakan kendaraan menuju pelabuhan.
Baca Juga
Menteri PU Ungkap Tol Gilimanuk–Mengwi Sepi Investor, Kok Bisa?
Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale menyatakan, optimalisasi operasional kapal menjadi langkah utama untuk mempercepat penguraian antrean.
“Sejak akhir pekan kami melakukan berbagai langkah percepatan, mulai penambahan operasi kapal hingga penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB). Upaya ini mulai memberikan dampak positif, antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk mulai berangsur terurai dan arus kendaraan terus bergerak,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (16/3/2026).
Berdasarkan laporan operasional ASDP Cabang Ketapang – Posko Pelabuhan Gilimanuk pada pukul 19.00 Wita, sebanyak 33 kapal beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Armada tersebut terdiri dari 19 kapal tipe Moveable Bridge (MB), 11 kapal landing craft machine (LCM), serta tiga unit LCM perbantuan.
ASDP juga menerapkan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) pada dermaga LCM untuk tiga kapal. Melalui pola tersebut, kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan, sehingga siklus pelayaran berlangsung lebih cepat.
Sementara itu, laporan kondisi antrean pada pukul 17.00 Wita mencatat ekor kendaraan masih berada hingga kawasan Desa Tuwed, sekitar kantor perbekel, dengan jarak sekitar 20 kilometer (km) dari Pelabuhan Gilimanuk. Antrean didominasi kendaraan logistik dan mobil pribadi.
Menurut Windy, rekayasa lalu lintas juga diterapkan untuk mendukung kelancaran arus menuju pelabuhan. Kemenhub bersama kepolisian melakukan pengaturan kendaraan menuju kantong parkir dan buffer zone yang telah disiapkan, termasuk penghentian sementara perjalanan truk sumbu tiga menuju Pelabuhan Gilimanuk guna mengurangi kepadatan.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyoroti masih adanya pelaku usaha logistik yang belum mematuhi kebijakan pembatasan operasional angkutan barang. Sejak diberlakukan pada 13 Maret 2026, masih ditemukan truk dengan tiga sumbu atau lebih yang tetap beroperasi menuju pelabuhan.
Baca Juga
Arus Bali–Jawa Padat Jelang Lebaran, ASDP Terapkan Operasi Khusus di Gilimanuk
Adapun kondisi cuaca di perairan Selat Bali dilaporkan masih mendukung operasional penyeberangan. Pantauan menunjukkan cuaca berawan tebal dengan arah angin dari selatan berkecepatan maksimum sekitar 4,1 knots, tinggi gelombang 0,3–0,6 meter, serta jarak pandang minimal 8.000 meter.
Windy menuturkan, ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengoptimalkan pengaturan operasional di lapangan untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan.
“Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk meningkatkan kapasitas layanan dan mempercepat proses penyeberangan. Kami mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas agar pengaturan lalu lintas dan layanan pelabuhan dapat berjalan lebih lancar,” tutupnya.

