Riset Terbaru: 85% Konsumen Percaya Belanja dengan AI Ketimbang Saran Teman
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara konsumen mengambil keputusan saat berbelanja. Kini, rekomendasi AI dinilai lebih dipercaya dibandingkan saran dari teman.
Temuan itu terungkap dalam Accenture Consumer Pulse Survey 2026. Sebanyak 85% konsumen di Asia Pasifik mengaku lebih memercayai rekomendasi agen AI dibandingkan sahabat mereka ketika membeli suatu produk.
Survei juga menunjukkan 9 dari 10 konsumen ingin dapat berbelanja langsung melalui platform generative AI. Sementara itu, lebih dari satu dari empat responden telah menggunakan large language model (LLM) sebagai sumber utama mencari informasi produk dan jasa.
Peran AI diperkirakan akan semakin besar dalam proses pembelian. Sebanyak 8 dari 10 konsumen mengaku akan mengikuti rekomendasi AI dalam menentukan hingga 50% keputusan belanjanya.
Konsumen juga menginginkan pengalaman belanja yang lebih personal. Sebanyak 68% responden berharap agen AI dapat membantu memilih produk sesuai kebutuhan, anggaran, dan gaya hidup mereka.
Senior Managing Director and Lead AI & Data Asia Oceania Accenture, Vivek Luthra mengatakan, agentic commerce membuka peluang baru bagi perusahaan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Namun, perusahaan perlu melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh agar mampu memanfaatkan peluang tersebut.
Baca Juga
Fenomena Shifting ke Belanja Online Dorong Pertumbuhan Industri Ritel
"Perusahaan juga perlu membangun kapabilitas, tata kelola, dan model operasional yang mampu mendukung penerapan AI dalam skala besar agar inovasi benar-benar dapat mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Vivek dalam keterangan resmi, Minggu (19/7/2026).
Di sisi lain, perubahan perilaku tersebut mulai terlihat di Indonesia. Survei Populix mencatat 74,6% masyarakat Indonesia telah memanfaatkan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity untuk mencari informasi produk sebelum melakukan pembelian.
Riset lain menunjukkan 82% konsumen Indonesia menggunakan AI untuk membandingkan produk, mencari harga terbaik, hingga melacak pengiriman barang. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring berkembangnya adopsi AI dalam aktivitas belanja digital.
Accenture menilai perusahaan perlu memastikan informasi produk mudah dibaca dan dipahami oleh sistem AI. Selain itu, data produk, harga, dan layanan juga harus transparan agar lebih mudah direkomendasikan oleh agen AI.
Dalam jangka panjang, perusahaan dinilai perlu mengembangkan kapabilitas AI yang lebih spesifik sesuai industrinya. Langkah tersebut diyakini dapat meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus membuka sumber pertumbuhan bisnis baru.
