Belanja Negara Baru Menyentuh 42% Semester I, Ini Saran Apindo
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Keuangan melaporkan realisasi belanja negara pada semester-I 2024 baru mencapai Rp 1.398 triliun atau 42% dari pagu Rp 3.325,1 triliun. Angka ini naik 11,3% jika dibandingkan belanja negara pada semester-I 2023, namun masih perlu ditingkatkan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani mengatakan dalam kondisi perlambatan global, pengusaha memang mengharapkan sokongan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Di sisi lain, dia mengatakan selalu mengarahkan industri-industri yang ada untuk mendapatkan produktivitas yang lebih tinggi.
“Jadi, pembiayaan, seperti kemarin kami juga sudah bicara mengenai yang berkaitan dengan infrastruktur. Melihat skema pembangunan yang ada, fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) diperlukan, agar pembangunan infrastruktur perumahan tetap bisa berjalan. Nah, itu berarti perlu ada perhatian dari pemerintah jangan sampai kuotanya tidak tercapai,” kata Shinta, saat mengunjungi kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (16/7/2024).
Baca Juga
Tingkatkan Belanja Daerah
Selain program dari pemerintah pusat, Shinta menyebut belanja dari pemerintah daerah juga perlu dimaksimalkan. Sebab, kata dia, belanja dari pemerintah daerah untuk menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Nah ini juga harus kita terus dorong, seperti (lewat) e-katalog kan. Kita juga dorong ya UMKM, tapi belanja dari daerah ini juga harus terus ditingkatkan dan diakselerasi,” ujar dia.
Baca Juga
Menko Airlangga: Anggaran Makan Bergizi Gratis masih Sesuai RAPBN 2025, Tapi….
Shinta mengatakan selain belanja, pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong pendapatan dari segi investasi dan ekspor. Agar maksimal, kata dia, daya saing iklim usaha perlu lebih ditingkatkan.
“Ini yang kita juga terus dorong dengan ekspor, misalnya diversifikasi untuk ekspor dan lain-lain ke negara-negara lain,” ujar dia.

