Motor Listrik VinFast Masuk ke Indonesia, Ketua Aismoli: Sinyal Positif Pasar Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kehadiran produsen motor listrik asal Vietnam, VinFast, dinilai akan semakin meramaikan persaingan industri kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menilai masuknya pemain baru menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan pasar nasional.
Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi mengatakan, asosiasi terbuka terhadap kehadiran VinFast. Menurutnya, semakin banyak produsen yang masuk akan memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.
"Kalau kehadiran VinFast yang dari Vietnam ini juga saya lagi dengar ramai juga di diler. Saya kira akan semakin meramaikan di Indonesia ini bahwa sepeda motor listrik sudah semakin banyak," ujar Budi kepada Investortrust.id, Minggu (19/7/2026).
Ia berharap VinFast bergabung sebagai anggota Aismoli. Dengan begitu, perusahaan dapat bersama-sama menjembatani kebutuhan industri dengan pemerintah.
"Saya harapkan juga mereka tetap bergabung di kita. Karena asosiasi ini menjembatani kepentingan antara industri dan pemerintah," katanya.
Budi menjelaskan asosiasi menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai persoalan industri. Mulai dari regulasi, kebijakan, hingga pembiayaan dapat dibahas bersama sebelum disampaikan kepada pemerintah.
Baca Juga
Aismoli Siap Dukung Rencana Presiden Prabowo Soal Motor Listrik Nasional
Di sisi lain, Aismoli mengingatkan persaingan bisnis harus tetap berjalan sehat. Seluruh pelaku usaha juga diminta menjaga keselamatan dan keberlanjutan ekosistem industri.
"Harapan saya jangan sampai mereka masing-masing tiba-tiba merusak ekosistem kita. Jangan hanya bermain untuk bisnis, padahal aspek keselamatan itu lebih diutamakan," tegasnya.
Sekadar informasi, prospek industri motor listrik nasional dinilai masih terbuka lebar. Pemerintah mencatat populasi motor listrik meningkat dari 3.357 unit pada 2020 menjadi 236.451 unit hingga Februari 2026, didorong bertambahnya produsen, infrastruktur, dan minat masyarakat.
Data Kementerian ESDM juga menunjukkan populasi motor listrik mencapai 229.820 unit sepanjang 2025 atau tumbuh sekitar 35% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski pertumbuhan mulai memasuki fase konsolidasi, pelaku industri masih memperkirakan penjualan motor listrik dapat meningkat sekitar 10% pada 2026 berkat harga yang semakin kompetitif dan biaya operasional yang lebih rendah.
Menurut Budi, dukungan pemerintah serta masuknya pemain baru akan menjadi katalis pertumbuhan industri. Momentum tersebut diharapkan mampu memperluas adopsi kendaraan listrik sekaligus memperkuat industri otomotif nasional.
