Kepala BPSDMI: 63% Lulusan SMK Binaan Kemenperin 2026 Terserap di Dunia Industri
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa kualitas lulusan sekolah vokasi Kemenperin telah diakui oleh dunia industri.
Hal tersebut disampaikannya usai melepas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK), dan Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Tahun 2026 binaan Kemenperin sebanyak 2.361 siswa di SMK-SMAK Bogor.
"Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63 persen dari total 2.361 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, BPSDMI akan terus mendampingi lulusan yang masih berada dalam proses pencarian kerja. Kemenperin pun memberikan fasilitas penguatan kompetensi jikalau terdapat lulusan SMK yang belum mendapatkan pekerjaan hingga 6 bulan setelah dinyatakan lulus.
"Bagi para lulusan yang masih dalam proses rekrutmen, BPSDMI bersama SMK akan memberikan asistensi selama tiga bulan ke depan untuk pencarian kerja. Selanjutnya, apabila dalam enam bulan masih belum terserap, akan diberikan program penguatan kompetensi spesifik maupun fasilitasi pemagangan guna mempercepat penempatan kerja," terangnya.
Baca Juga
Lepas 2.341 Lulusan Vokasi, Menperin: Kalian adalah Tangan-Tangan Baru Industri RI
Lulusan SMK Kementerian Perindustrian telah terserap di berbagai perusahaan manufaktur nasional, di antaranya PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Adhi Chandra Jaya, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, PT Alamanda Global Health, serta sejumlah perusahaan manufaktur lainnya.
Selain memiliki tingkat penyerapan kerja yang tinggi, sekolah vokasi Kementerian Perindustrian juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1:12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 1:10,7.
Dengan kata lain, setiap satu kursi di SMK Kementerian Perindustrian diperebutkan oleh sekitar 12 calon peserta didik. Doddy pun menegaskan, tingginya animo masyarakat tersebut menjadi motivasi bagi BPSDMI untuk terus menjaga kualitas pendidikan vokasi industri.
"Untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi, BPSDMI akan terus memperkuat pembinaan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di SMK-SMAK dan SMK-SMTI. Langkah ini diarahkan untuk menjaga konsistensi mutu, meningkatkan tata kelola satuan pendidikan, serta memastikan setiap program pendidikan menghasilkan lulusan yang semakin kompeten, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan industri," paparnya..
